
Laporan
Kasus
Sinusitis
Maxillaris
Oleh :
Agung Ganjar K
Pembimbing :
dr. Matius Tirta, Sp. THT-KL
Kepaniteraan Klinik Ilmu
Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan
RSUD Cengkareng Jakarta
Fakultas Kedokteran Kristen
Krida Wacana
Periode 6 Juni – 9 Juli 2016
KEPANITERAAN KLINIK
Status Ilmu Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan
Leher
Fakultas Kedokteran UKRIDA
Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng
Anamnesis :
Anamnesis didapat dari
pasien ( Autoanamnesis )
IDENTITAS
Nama Pasien : Nn. H
No.RM :
04-26-xx
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta / 27 – 09 - 1999
Umur :
16 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat :
Jl. Abd Hamid I RT 007/03 Blok D – 29, Cengkareng, Jakarta
Pekerjaan : Pelajar
Status Perkawinan : Belum Kawin
Agama :
Protestan
Suku :
Batak
Tanggal
Pemeriksaan : 23 Juni
2016, Pukul 11.30 WIB
KELUHAN UTAMA
Hidung sebelah kanan keluar ingus terus menerus sejak 4
bulan yang lalu
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke poli THT RSUD Cengkareng dengan keluhan hidung
sebelah kanan keluar
ingus terus menerus sejak 4 bulan
yang lalu. Keluhan disertai bersin bisa 5
– 9 kali tidak berhenti dan dirasakan terutama pagi dan malam hari. Cairan yang
keluar dari hidung jernih dan terkadang berbau. Sejak 1 bulan yang lalu pasien
merasakan lebih sering terkena pilek disertai batuk dan hidungnya berbau tidak
enak dan keluar ingus berwarna kuning kehijauan. Pasien
juga merasakan kesulitan bernapas melalui hidung. Pada saat periksa pasien tidak merasa batuk, pusing dan
nyeri tekan pada sekitar hidung. Pasien tidak keluhan nyeri pada telinga atau
penurunan pendengaran. Pasien sudah minum obat yang dibeli di warung sekitar
rumah namun tidak ada perbaikan.
RIWAYAT
PENYAKIT DAHULU
Riwayat sakit serupa : disangkal
Riwayat
alergi : disangkal
Riwayat
sakit gigi : disangkal
Riwayat
hipertensi : disangkal
RIWAYAT
PENYAKIT DALAM KELUARGA
Riwayat DM : disangkal
Riwayat
hipertensi : disangkal
Riwayat alergi :
disangkal
Riwayat asma :
disangkal
Riwayat penyakit serupa : disangkal
RIWAYAT
SOSIAL EKONOMI
Pasien adalah seorang pelajar SMA usia 16 tahun. Ayahnya
bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan ibu nya seorang ibu rumah tangga.
Pasien tinggal di lingkungan yang padat. Pasien tidak mempunyai riwayat merokok
ataupun konsumsi alkohol.
PEMERIKSAAN FISIK
I.
STATUS
GENERALIS
Ø Keadaan Umum : Baik
Ø Kesadaran
a.
Kualitatif
: Compos mentis
b.
Kuantitatif :
GCS : E4 V5 M6
Ø Tanda-tanda Vital :
a.
Tekanan Darah : 120
/ 80 mmHg
b.
Nadi : 80 x / menit
c. Pernapasan :
20 x / menit
d.
Suhu : 36,5 o C
Ø Pemeriksaan Fisik
a.
Kepala : Konjungtiva
anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), nafas cuping hidung (-/-)
b. Paru-paru : Simetris, suara dasar vesikuler (+/+), fremitus
(N/N), sonor (+/+), rhonki
(-/-), wheezing (-/-)
c. Jantung :
Bunyi jantung I-II
reguler, bising (-),
batas jantung (N)
d. Abdomen : Sejajar dinding dada, peristaltik (N), timpani, supel, nyeri tekan (-)
e. Ekstremitas : Edema
(-/-), akral hangat
II.
STATUS
LOKALIS
A. TELINGA
1.
Telinga
Luar
a.
Aurikula
dextra et sinistra (AD/AS)
1) Bentuk
& ukuran :
(N/N)
2) Benjolan
& edema : (-/-)
3) Hiperemi : (-/-)
4) Sikatrik :
(-/-)
5) Laserasi :
(-/-)
6) Tragus
pain : (-/-)
7) Nyeri
tarik aurikula : (-/-)
8) Nyeri
pre/retro aurikula : (-/-)
9) Pembesaran
lnn.pre/retro : (-/-)
10) Kanalis
auditoris eksternus : dalam batas normal
b.
Kanalis
auditorius eksternus dextra et sinistra (AD/AS)
1) Serumen : (-/-)
2) Laserasi : (-/-)
3) Tumor
: (-/-)
4) Inflamasi : (-/-)
5) Otore / Discharge : (-/-)
2.
Telinga
Tengah Dextra
et Sinistra (AD/AS)
|
|
Dextra
|
Sinistra
|
|
Membran timpani
|
Intact
|
Intact
|
|
Discharge/otorea
|
Negatif
|
Negatif
|
|
Antrum mastoid
|
Tidak ada nyeri tekan
|
Tidak ada nyeri tekan
|
|
Perforasi MT
|
Negatif
|
Negatif
|
|
Refleks cahaya
|
Positif
|
Positif
|
3. Telinga Dalam Dextra et
Sinistra (AD/AS)
Tidak dilakukan.
B.
HIDUNG
1.
Pemeriksaan
Luar Hidung
a. Kelainan
kongenital : (-/-)
b. Jaringan
parut/ sikatrik : (-/-)
c. Nyeri
tekan : (-/-)
d. Tumor : (-/-)
e. Laserasi : (-/-)
2.
Rinoskopi
Anterior
a. Mukosa : hiperemis (+/+), sekret (+/+), edema (-/-)
b. Konka : hiperemis
(+/+), edema (+/+)
c. Septum : deviasi (-/-)
d. Discharge : (-/-)
e. Tumor : (-/-)
f. Sinus
paranasalis : Nyeri tekan (-/-), dalam batas normal

3.
Rinoskopi
Posterior
a.
Dinding belakang :
b. Muara
tuba eustachii : tidak dilakukan
c. Adenoid :
d. Tumor :
C. TENGGOROK
1.
Pemeriksaan
Cavum Oris
a. Bibir :
dalam batas normal
b. Gigi :
dalam batas normal
c. Uvula : di tengah, tidak ada deviasi
d. Mukosa
lidah :
dalam batas normal, tidak tampak lidah kotor
e. Palatum
mole :
edema (–)
f. Palatum
durum : dalam batas normal
2.
Orofaring
a. Arcus faring :
dalam batas normal
b. Mukosa
faring posterior : dalam batas normal
c. Tonsil
:
1) Pembesaran : (T1/T1)
2) Warna : merah muda
(dextra-sinistra)
3) Kripte : (-/-)
4) Detritus : (-/-)
![]() |
D.
KEPALA
DAN LEHER
1.
Kepala
:
a. Konjungtiva
anemis : (-/-)
b. Sklera
ikterik : (-/-)
c. Nafas
cuping hidung : (-/-)
2.
Leher :
a. Retraksi :
(-/-)
b. Deviasi
trakea :
(-/-)
c. Pembesaran
kelenjar getah bening :
(-/-)
d. Nyeri
tekan
: (-/-)
e. Massa : (-/-)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1. Foto Rontgen Waters
RESUME
Wanita usia 16
tahun datang dengan keluhan hidung keluar ingus sejak 4 bulan lalu disertai
bersin terutama pagi dan malam hari. Hidung mengeluarkan cairan jernih dan
terkadang berbau. Satu bulan lalu pasien merasakan lebih sering terkena pilek
disertai batuk, hidungnya berbau tidak
enak dan disertai keluar sekret berwarna kuning kehijauan.
Pada
pemeriksaan fisik didapatkan mukosa dan
konka hidung hiperemis, hipertrofi dan terdapat banyak sekret.
DIAGNOSIS BANDING
1.
Sinusitis Dentogen
DIAGNOSIS KERJA
Sinusitis
Maxillaris Bilateral
TERAPI
1. Non Medikamentosa
a.
Pro irigasi hidung
b.
Pro Operasi FESS
2.
Medikamentosa
a.
Antibiotik
b.
Kortikosteroid
c.
Antihistamin
d.
Dekongestan
EDUKASI
1. Disarankan
untuk tidak mengorek-ngorek hidung
2. Disarankan
untuk menjaga kebersihan hidung
3. Disarankan
untuk selalu menjaga kesehatan
4. Disarankan
untuk konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup
PROGNOSIS
Dubia ad bonam
SINUSITIS
A.
DEFINISI
Sinusitis
didefinisikan sebagai infeksi atau peradangan mukosa
sinus paranasal, umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering
disebut rinosinusitis. Penyebab utamanya ialah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus, yang selanjutnya dapat
diikuti oleh infeksi bakteri.
Bila
mengenai beberapa sinus disebut
multisinusitis, sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut
pansinusitis. Yang
paling sering terkena ialah sinus ethmoida dan maksila, sedangkan sinus frontal
lebih jarang dan sinus sphenoid lebih jarang lagi. Sinus maksila disebut juga
antrum Highmore, letaknya dekat akar gigi rahang atas, maka infeksi gigi mudah
menyebar ke sinus, disebut sinusitis dentogen. Sinusitis dapat mejadi
berbahaya karena menyebabkan komplikasi ke orbita dan intrakranial, serta
menyebabkan peningkatan serangan asma yang sulit diobati.1

Gambar 1
anatomi sinus
Secara klinis sinusitis dibagia atas :
- Sinusitis akut, bila infeksi dengan batas sampai 4 minggu
- Sinusitis subakut, bila infeksi 4 minggu sampai 3 bulan
- Sinusitis Kronis, bila infeksi lebih dari 3 bulan.
![]() |
Gambar 2. Perubahan mukosa pada sinus
yang terinfeksi
Manifestasi Klinis :1
•
Demam, malaise
•
Hidung tersumbat dan sekret mukopurulen
berbau
•
Sakit kepala
•
Wajah terasa bengkak dan penuh
•
Nyeri pipi yang khas : tumpul dan
menusuk, serta sakit pada palpasi dan perkusi.
•
Kadang ada batuk iritatif non-produktif
•
Sekret mukopurulen yang dapat keluar
dari hidung dan kadang berbau busuk
DAFTAR PUSTAKA
1.
Mangunkusumo
E, Rifki N. Sinusitis. Dalam:
Supardi EA, Iskandar N, editor. Buku Ajar
Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher. Ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI; 2007. h.150-1


Tidak ada komentar:
Posting Komentar