Selasa, 06 Desember 2016

Laporan Kasus Sinusitis Maxillaris

    logo
Laporan Kasus
Sinusitis Maxillaris

Oleh :
Agung Ganjar K 


Pembimbing :
dr. Matius Tirta, Sp. THT-KL


Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan
RSUD Cengkareng Jakarta
Fakultas Kedokteran Kristen Krida Wacana
Periode 6 Juni – 9 Juli 2016
KEPANITERAAN KLINIK
Status Ilmu Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher
Fakultas Kedokteran UKRIDA
   Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng
                                                                                                       
Anamnesis :
Anamnesis didapat dari pasien ( Autoanamnesis )
IDENTITAS
Nama Pasien                : Nn. H
No.RM                         : 04-26-xx
Tempat/Tanggal Lahir  : Jakarta / 27 – 09 - 1999
Umur                            : 16 tahun
Jenis Kelamin               : Perempuan
Alamat                         : Jl. Abd Hamid I RT 007/03 Blok D – 29, Cengkareng, Jakarta
Pekerjaan                     : Pelajar
Status Perkawinan       : Belum Kawin
Agama                         : Protestan
Suku                             : Batak
Tanggal Pemeriksaan   : 23 Juni 2016,  Pukul 11.30 WIB
KELUHAN UTAMA
            Hidung sebelah kanan keluar ingus terus menerus sejak 4 bulan yang lalu
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke poli THT RSUD Cengkareng dengan keluhan hidung sebelah kanan keluar ingus terus menerus sejak 4 bulan yang lalu. Keluhan disertai bersin bisa 5 – 9 kali tidak berhenti dan dirasakan terutama pagi dan malam hari. Cairan yang keluar dari hidung jernih dan terkadang berbau. Sejak 1 bulan yang lalu pasien merasakan lebih sering terkena pilek disertai batuk dan hidungnya berbau tidak enak dan keluar ingus berwarna kuning kehijauan. Pasien juga merasakan kesulitan bernapas melalui hidung. Pada saat periksa pasien tidak merasa batuk, pusing dan nyeri tekan pada sekitar hidung. Pasien tidak keluhan nyeri pada telinga atau penurunan pendengaran. Pasien sudah minum obat yang dibeli di warung sekitar rumah namun tidak ada perbaikan.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
            Riwayat sakit serupa   : disangkal
            Riwayat alergi             : disangkal
            Riwayat sakit gigi       : disangkal      
            Riwayat hipertensi      : disangkal
RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA
            Riwayat DM               : disangkal
            Riwayat hipertensi      : disangkal
Riwayat alergi             : disangkal
Riwayat asma              : disangkal
Riwayat penyakit serupa   : disangkal
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
Pasien adalah seorang pelajar SMA usia 16 tahun. Ayahnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan ibu nya seorang ibu rumah tangga. Pasien tinggal di lingkungan yang padat. Pasien tidak mempunyai riwayat merokok ataupun konsumsi alkohol.

PEMERIKSAAN FISIK
I.       STATUS GENERALIS
Ø  Keadaan Umum : Baik
Ø  Kesadaran
a.       Kualitatif    : Compos mentis
b.      Kuantitatif  : GCS : E4 V5 M6
Ø  Tanda-tanda Vital :
a.       Tekanan Darah      :  120 / 80 mmHg
b.      Nadi                      :  80 x / menit
c.       Pernapasan            :  20 x / menit
d.      Suhu                      :  36,5 o C
Ø  Pemeriksaan Fisik
a.       Kepala          : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), nafas cuping hidung (-/-)
b.      Paru-paru     : Simetris, suara dasar vesikuler (+/+), fremitus (N/N), sonor (+/+), rhonki (-/-),  wheezing (-/-)
c.       Jantung        :  Bunyi jantung I-II reguler, bising (-), batas jantung (N)                           
d.      Abdomen     : Sejajar dinding dada, peristaltik (N), timpani, supel, nyeri tekan (-)
e.       Ekstremitas  : Edema (-/-), akral hangat

II.    STATUS LOKALIS
A.    TELINGA
1.      Telinga Luar
a.      Aurikula dextra et sinistra (AD/AS)
1)      Bentuk & ukuran                : (N/N)
2)      Benjolan & edema              : (-/-)
3)      Hiperemi                            : (-/-)
4)      Sikatrik                              : (-/-)
5)      Laserasi                              : (-/-)
6)      Tragus pain                         : (-/-)
7)      Nyeri tarik aurikula              : (-/-)
8)      Nyeri pre/retro aurikula        : (-/-)
9)      Pembesaran lnn.pre/retro      : (-/-)
10)  Kanalis auditoris eksternus : dalam batas normal
b.      Kanalis auditorius eksternus dextra et sinistra (AD/AS)
1)      Serumen                               : (-/-)
2)      Laserasi                                : (-/-)
3)      Tumor                                   : (-/-)
4)      Inflamasi                              : (-/-)
5)      Otore / Discharge               : (-/-)
2.      Telinga Tengah Dextra et Sinistra (AD/AS)

Dextra
Sinistra
Membran timpani
Intact
Intact
Discharge/otorea
Negatif
Negatif
Antrum mastoid
Tidak ada nyeri tekan
Tidak ada nyeri tekan
Perforasi MT
Negatif
Negatif
Refleks cahaya
Positif
Positif

3.  Telinga Dalam Dextra et Sinistra (AD/AS)
Tidak dilakukan.





B.       HIDUNG
1.      Pemeriksaan Luar Hidung
a.       Kelainan kongenital     : (-/-)
b.      Jaringan parut/ sikatrik : (-/-)
c.       Nyeri tekan                 : (-/-)
d.      Tumor                        : (-/-)
e.       Laserasi                      : (-/-)
2.      Rinoskopi Anterior
a.       Mukosa                : hiperemis (+/+), sekret (+/+), edema (-/-)
b.      Konka                  : hiperemis (+/+), edema (+/+)
c.       Septum                : deviasi (-/-)
d.      Discharge            : (-/-)
e.       Tumor                 : (-/-)
f.       Sinus paranasalis : Nyeri tekan (-/-), dalam batas normal





3.      Rinoskopi Posterior
a.       Dinding belakang      :
b.      Muara tuba eustachii :          tidak dilakukan
c.       Adenoid                     :
d.      Tumor                        :

C.    TENGGOROK
1.      Pemeriksaan Cavum Oris
a.       Bibir                  : dalam batas normal
b.      Gigi                   : dalam batas normal
c.       Uvula                : di tengah, tidak ada deviasi
d.      Mukosa lidah    : dalam batas normal, tidak tampak lidah kotor
e.       Palatum mole    : edema (–)
f.       Palatum durum  : dalam batas normal
2.      Orofaring
a.       Arcus faring                    : dalam batas normal
b.      Mukosa faring posterior    : dalam batas normal
c.       Tonsil :
1)      Pembesaran                  : (T1/T1)
2)      Warna                          : merah muda (dextra-sinistra)
3)      Kripte                          : (-/-)
4)      Detritus                        : (-/-)

D. KEPALA DAN LEHER
1.      Kepala :
a.       Konjungtiva anemis   : (-/-)
b.      Sklera ikterik             : (-/-)
c.       Nafas cuping hidung  : (-/-)
2.      Leher  :
a.       Retraksi                                          : (-/-)
b.      Deviasi trakea                                 : (-/-)
c.       Pembesaran kelenjar getah bening     : (-/-)
d.      Nyeri tekan                                     : (-/-)
e.       Massa                                             : (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
            1. Foto Rontgen Waters
RESUME
Wanita usia 16 tahun datang dengan keluhan hidung keluar ingus sejak 4 bulan lalu disertai bersin terutama pagi dan malam hari. Hidung mengeluarkan cairan jernih dan terkadang berbau. Satu bulan lalu pasien merasakan lebih sering terkena pilek disertai batuk,  hidungnya berbau tidak enak dan disertai keluar sekret berwarna kuning kehijauan.
Pada pemeriksaan  fisik didapatkan mukosa dan konka hidung hiperemis, hipertrofi dan terdapat banyak sekret.

DIAGNOSIS BANDING
1. Sinusitis Dentogen


DIAGNOSIS KERJA
            Sinusitis Maxillaris Bilateral


TERAPI
            1. Non Medikamentosa
                        a. Pro irigasi hidung
                        b. Pro Operasi FESS
            2. Medikamentosa
                        a. Antibiotik
                        b. Kortikosteroid
                        c. Antihistamin
                        d. Dekongestan
EDUKASI
1.      Disarankan untuk tidak mengorek-ngorek hidung
2.      Disarankan untuk menjaga kebersihan hidung
3.      Disarankan untuk selalu menjaga kesehatan
4.      Disarankan untuk konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup
PROGNOSIS
            Dubia ad bonam










SINUSITIS
A.    DEFINISI
Sinusitis didefinisikan sebagai infeksi atau peradangan mukosa sinus paranasal, umumnya disertai atau dipicu oleh rhinitis sehingga sering disebut rinosinusitis. Penyebab utamanya ialah selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus, yang selanjutnya dapat diikuti oleh infeksi bakteri.
Bila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis, sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Yang paling sering terkena ialah sinus ethmoida dan maksila, sedangkan sinus frontal lebih jarang dan sinus sphenoid lebih jarang lagi. Sinus maksila disebut juga antrum Highmore, letaknya dekat akar gigi rahang atas, maka infeksi gigi mudah menyebar ke sinus, disebut sinusitis dentogen. Sinusitis dapat mejadi berbahaya karena menyebabkan komplikasi ke orbita dan intrakranial, serta menyebabkan peningkatan serangan asma yang sulit diobati.1

Gambar 1 anatomi sinus
Secara klinis sinusitis dibagia atas :
  1. Sinusitis akut, bila infeksi dengan batas sampai 4 minggu
  2. Sinusitis subakut, bila infeksi 4 minggu sampai 3 bulan
  3. Sinusitis Kronis, bila infeksi lebih dari 3 bulan.
sinus_normal_infected
 




 

Gambar 2. Perubahan mukosa pada sinus yang terinfeksi
Manifestasi Klinis :1
      Demam, malaise
      Hidung tersumbat dan sekret mukopurulen berbau
      Sakit kepala
      Wajah terasa bengkak dan penuh
      Nyeri pipi yang khas : tumpul dan menusuk, serta sakit pada palpasi dan perkusi.
      Kadang ada batuk iritatif non-produktif
      Sekret mukopurulen yang dapat keluar dari hidung dan kadang berbau busuk

























DAFTAR PUSTAKA
1.      Mangunkusumo E, Rifki N. Sinusitis. Dalam: Supardi EA, Iskandar N, editor. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher. Ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI; 2007. h.150-1


Tidak ada komentar:

Posting Komentar