Infeksi Saluran Kemih
Agung
Ganjar Kurniawan
102010169
Kelompok
: C-9
Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta
Barat 11510
Pendahuluan
Infeksi
saluran kemih (ISK) adalah
infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK merupakan kasus yang
sering terjadi dalam dunia kedokteran. Merupakan penyakit yang sering terkena
pada usia anak dan merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada
anak setelah infeksi saluran nafas. Walaupun terdiri dari berbagai cairan,
garam, dan produk buangan, biasanya urin tidak mengandung bakteri. Jika bakteri
menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin maka terjadilah
ISK.
Infeksi saluran kemih dapat mengenai
baik laki-laki maupun perempuan dari semua umur baik pada anak-anak remaja,
dewasa maupun pada umur lanjut. Akan tetapi, dari dua jenis kelamin ternyata
wanita lebih sering dari pria dengan angka populasi umum, kurang lebih 5 – 15
%. Infeksi traktus urinarius pada pria merupakan akibat dari menyebarnya
infeksi yang berasal dari uretra seperti juga pada wanita. Namun demikian,
panjang uretra dan jauhnya jarak antara uretra dari rektum pada pria dan adanya
bakterisidal dalam cairan prostatik melindungi pria dari ISK. Akibatnya ISK
pada pria jarang terjadi, namun ketika gangguan ini terjadi kali ini
menunjukkan adanya abnormalitas fungsi dan struktur dari saluran kemih.
Jenis ISK yang paling umum adalah
infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang
dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak puas berkemih Tidak semua ISK
menimbulkan gejala, ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai ISK
asimptomatis.
Pembahasan
Anamnesis
·
Identitas
pasien
Nama lengkap
pasien, umur, tanggal lahir, jenis kelamin , alamat, pendidikan, agama, pekerjaan, suku bangsa. Berikut data
pasien yang didapatkan:
Nama :
Tn. A , usia 50 tahun
Jenis
Kelamin : Laki-laki
·
Keluhan
utama.
-
Keluhan
utama pasien : Nyeri saat berkemih sejak 5 hari yang lalu
-
Keluhan
tambahan : keluhan disertai
demam, sering berkemih tapi hanya sedikit dan urin berwarna keruh
·
Riwayat
penyakit sekarang
- Bagaimana pola berkemih pasien? Tujuannya
untuk mendeteksi faktor predisposisi terjadinya ISK pasien
(dorongan, frekuensi, dan jumlah)
- Adakah disuria?
- Adakah urgensi?
- Adakah bau urine yang menyengat?
- Bagaimana
volume urine, warna (keabu-abuan) dan konsentrasi urine?
- Adakah nyeri suprapubik? Nyeri suprapubik
menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih bagian bawah.
- Adakah nyeri panggul atau pinggang? Nyeri
panggul atau pinggang biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas.
- Adakah peningkatan suhu tubuh? Peningkatan
suhu tubuh biasanya terjadi pada infeksi saluran kemih bagian atas.
·
Riwayat
kesehatan :
- Adakah riwayat infeksi saluran kemih?
- Adakah riwayat pernah menderita batu ginjal?
- Adakah riwayat penyakit diabetes melitus,
jantung?
·
Riwayat
penyakit dahulu
·
Riwayat
obat
·
Riwayat
keluarga
Pemeriksaan
a.
Fisik
Setelah
melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik yang paling utama harus dilakukan adalah
pemeriksaan tanda-tanda vital berupa suhu, tekanan darah, frekuensi napas, dan
frekuensi nadi.1
·
Inspeksi: untuk melihat apakah pasien
terlihat sakit berat, lalu kesadaran pasien, melihat ada atau tidaknya abnormalitas
yang terlihat pada bagian abdomen atau punggung pasien.
·
Palpasi : meraba bagian abdomen untuk
mengetahui adanya nyeri tekan atau tidak, serta untuk mengetahui adanya
benjolan atau massa pada abdomen dan punggung pasien.
·
Perkusi : melakukan pengetukan pada CVA untuk mengetahui adanya nyeri ketuk atau
tidak.
b.
Penunjang
Urinalisis
·
Leukosuria atau piuria: Merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK.
Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar
(LPB) sediment air kemih.
Gambar 1.
Leukosuria (Sumber :
www.google.co.id)
·
Hematuria: Hematuria positif bila
terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. Hematuria disebabkan oleh
berbagai keadaan patologis.
Bakteriologis
·
Mikroskopis
Dapat
digunakan urin segar tanpa diputar atau tanpa pewarnaan gram. Dinyatakan
positif bila dijumpai 1 bakteri /lapangan pandang minyak emersi.
·
Biakan
bakteri
Dimaksudkan untuk
memastikan diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna
sesuai dengan criteria Cattell :
Ø Wanita, simtomatik
>102
organisme coliform/ml urin plus piuria, atau
>
105 organisme pathogen apapun/ml urin, atau
Adanya
pertumbuhan organisme patogen apapun pada urin yang diambil dengan cara
aspirasi suprapubik
Ø Laki-laki, simtomatik
>103
organisme patogen/ml urin
Ø Pasien asimtomatik
>
105 organisme patogen/ml urin pada 2 contoh urin berurutan.
Gambar 2. Biakan bakteri
Sumber : www.google.co.id
-
Tes kimiawi
Yang paling sering dipakai ialah tes reduksi
griess nitrate. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba kecuali enterococcus,
mereduksi nitrat bila dijumpai lebih dari 100.000 - 1.000.000 bakteri. Konversi
ini dapat dijumpai dengan perubahan warna pada uji tarik. Sensitivitas 90,7%
dan spesifisitas 99,1% untuk mendeteksi Gram-negatif. Hasil palsu terjadi bila
pasien sebelumnya diet rendah nitrat, diuresis banyak, infeksi oleh
enterococcus dan acinetobacter.
-
Pemeriksaan
radiologis dan pemeriksaan lainnya
Pemeriksaan radiologis dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu
atau kelainan anatomis yang merupakan
faktor predisposisi ISK. Dapat berupa pielografi intravena (IVP),
ultrasonografi dan CT-scanning.2
Working Diagnosis
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih
(ISK) terjadi akibat bakteri patogenik yang menyerang satu atau lebih struktur
saluran kemih. Infeksi saluran kemih bawah berkaitan dengan kandung kemih
(sistitis), uretra (urethritis), dan prostatitis. ISK lebih banyak terjadi pada
wanita daripada pria karena uretra wanita lebih pendek dan sangat dekat dengan
vagina dan anus.
Biasanya ISK
disebabkan organisme seperti Escherichia coli, Klesbsiella, Proteus, atau
Pseudomonas. Organisme ini berasal dari usus, kemudian masuk kedalam uretra dan
naik ke vesika urinaria (kandung kemih). Dapat juga terjadi refluks urine dari
kandung kemih ke ureter (refluks vesikouretera) dan membawa bakteri dari
kandung kemih ke pelvis ginjal melaluri ureter.
ISK timbul terutama
apabila daya tahan tubuh menurun. Dua factor utama yang dapat mencegah ISK
adalah integritas jaringan/mukosa dan supla darah. Trauma atau robeknya mukosa
yang melapisi saluran kemih dapat membuat bakteri menyerang jaringan tersebut
dan menyebabkan infeksi. Trauma ini dapat disebabkan erosi jaringan dari ujung
kateter, iritasi karena batu. Suplai darah pada jaringan kandung kemih dapat
terganggu apabila tekanan ke dinding kandung kemih sangat kuat, seperti adanya
overdistensi kandung kemih karena obstruksi akibat hipertrofi prostat, striktur
uretra, dan adanya malignansi.
Gejala yang timbul
adalah dysuria, frekuensi, urgensi, nyeri abdomen bawah, dan urine yang keruh
atau berbau. ISK bagian atas dan pielonefritis disertai dengan demam, nyeri
pinggang, atau nyeri tekan sudut kostovetebra, mual dan muntah.3
ISK terdiri dari :
·
Uretritis
Kelainan
yang ditandai oleh dysuria dan keluarnya secret ureta. Paling sering disebabkan
oleh penyakit menular seksual seperti gonokokus atau Chlamydia sp.
·
Sistitis
Sistitis
atau radang kandung kemih, lebih sering terdapat pada wanita daripada pria,
karena dekatnya muara uretra dan vagina dengan daerah anal. Organisme
gram-negatif dapat sampai ke kandung kemih selama bersetubuh, trauma uretra,
atau karena kurang higienis. Biasanya organisme ini cepat dikeluarkan sewaktu
berkemih (miksi). Pada pria, secret prostat memiliki sifat antibacterial. Factor resiko untuk sistitis adalah
bersetubuh, kehamilan, keadaan-keadaan obstruktif, dan diabeter mellitus.
Akibat paling berbahaya dari sistitis adalah pielonefritis, dengan naiknya kuman-kuman
dari kandung kemih ke pelvis ginjal.
·
Pielonefritis
Inflamasi
pelvis ginjal yang disebabkan oleh kuman yang berasal dari kandung kemih yang
menjalar naik ke pelvis ginjal. Pielonefritis ada yang akut ada yang menahun.
Differential Diagnosis
1.
Urolitiasis
Prevalensi batu ginjal pada laki-laki kira-kira dua kali lebih banyak
daripada perempuan. Urolitiasis merupakan pembentukan batu saluran kemih atau keadaan
yang dihubungkan dengan adanya batu di saluran kemih. Bila batu terdapat pada
ginjal dan pelvis renalis disebut nefrolitiasis. Bila batu terdapat pada ureter
disebut ureterolitiasis. Bila batu terdapat pada kandung kemih disebut
sistolitiasis. Bila batu terdapat di uretra umumnya merupakan batu yang berasal
dari ureter atau kandung kemih yang oleh aliran kemih sewaktu miksi terbawa ke
uretra dan menyangkut di uretra pars prostatika. Batu pada saluran kemih harus
dievaluasi dan ditangani dengan baik karena kemudahan terjadinya rekurensi dan
komplikasi yang membahayakan.4
2. Nefrolitiasis
Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah
pembentukan batu didalam ginjal. Batu mungkin ditemukan di dalam tubulus ginjal
atau pelvis ginjal, ureter, dan kandung kemih. Terdapat sejumlah tipe batu
ginjal dan ukurannya dapat berkisar dari kecil hingga sebesar batu staghorn
(batu menyerupai tanduk rusa) yang dapat menyumbat system kolektivus.
Gambaran klinis bergantung pada tempat batu,
adanya infeksi dan/atau obstruksi saluran kemih. Kolik ureter biasanya
berkaitan dengan batu ginjal. Nyeri pinggang berat yang terjadi sering timbul
mendadak dan kemudian semakin hebat. Nyeri dapat menyebar ke pangkal paha,
testis, atau labia mayora. Batu berdiameter <5 mm dapat keluar secara
spontan dengan hidrasi yang adekuat. Batu yang lebih besar biasanya memerlukan
intervensi agar dapat dikeluarkan. Batu yang cukup besar untuk menyumbat
saluran kemih dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
Etiologi
Bakteri infeksi
saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini:5
a.
Enterobacteriaceae
Kuman yang hidup diusus besar manusia dan hewan,
tanah, air dan dapat pula ditemukan pada komposisi material. Sebagian kuman
enterik ini tidak menimbulkan penyakit pada host (tuan rumah) bila kuman tetap
berada di dalarn usus besar, tetapi pada keadaan-keadaan dimana terjadi
perubahan pada host atau bila ada kesempatan memasuki bagian tubuh yang lain,
banyak diantara kuman ini mampu menimbulkan penyakit pada tiap jaringan tubuh
manusia. Organisme-organisme di dalam famili ini pada kenyataannya mempunyai
peranan penting di dalam infeksi nosokomial misalnya sebagai penyebab infeksi
saluran kemih, infeksi pada luka, dan infeksi lainnya. Kuman berikut merupakan
dari golongan enterobacteriaceae yang sering menyebabkan ISK : Escherichia
coli, Klebsiella pneumonia, Enterobacter aerogenes, Proteus mirabilis
b.
Pseudomonas aeruginosa
Kuman ini sering dihubungkan dengan penyakit pada manusia organisme
ini dapat merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokomial. Sering diisolasi dari
penderita yang neoplastik, luka dan luka bakar yang berrat. Kuman ini juga dapat
menyebabkan infeksi pada saluran pemapasan bagian bawah, saluran kemih, mata
dan lain-lainnya.
c.
Acinetobacter
Acinetobacter calroaceticus adalah spesies bakteri gram-negatif aerob
yang tersebar luas ditanah dan air dan kadang-kadang dapat dibiakkan dari
kulit, selaput mukosa dan sekresi.
d.
Enterococcus
Terdapat sedikitnya 12 spesies enterococcus. Enterococcus faecalis
merupakan yang paling sering dan menyebabkan 85-90% infeksi enterococcus.
Enterococcus adalah yang paling sering menyebabkan infeksi nosokomial, terutama
pada unit perawatan intensif, dan hanya pada pengobatan dengan sefalosporin dan
antibiotika lainnya dimana mereka bersifat resisten. Enterococcus ditularkan
dari satu pasien ke pasien lainnya terutama melalui tangan perawat kesehatan
yang beberapa diantara mereka mungkin pembawa enterokokus pencernaannya.
Enterococcus kadang-kadang ditularkan melalui melalui alat-alat kedokteran.
Pada pasien tempat yang paling sering terkena infeksi adalah saluran kemih,
luka tusuk dan saluran empedu dan darah.
e.
Staphylococcus saprophyticus
Staphylococcus ssecara khas tidak berpigmen, resisten terhadap
novobiosin, dan nonhemolitik ; bakteri ini menyebabkan infeksi saluran kemih
pada wanita muda. Spesies yang menyebabkan infeksi saluran kemih adalah Staphylococcus
saprophyticus.
Epidemiologi
Infeksi saluran kemih
dapat terjadi pada 5% anak perempuan dan 1-2% anak laki-laki. Kejadian infeksi
saluran kemih pada bayi baru lahir dengan berat lahir rendah mencapai 10-100
kali lebih besar dibanding bayi dengan berat lahir normal (0,1-1%).
Sebelum usia 1 tahun, infeksi saluran kemih lebih banyak terjadi pada anak
laki-laki. Sedangkan setelahnya, sebagian besar infeksi saluran kemih terjadi
pada anak perempuan. Misalnya pada anak usia pra sekolah di mana infeksi
saluran kemih pada perempuan mencapai 0,8%, sementara pada laki-laki hanya 0,2%
dan rasio ini terus meningkat sehingga di usia sekolah, kejadian infeksi
saluran kemih pada anak perempuan 30 kali lebih besar dibanding pada anak
laki-laki. Pada anak laki-laki yang disunat, risiko infeksi saluran kemih
menurun hingga menjadi 1/5-1/20 dari anak laki-laki yang tidak disunat. Pada
usia 2 bulan – 2 tahun, 5% anak dengan infeksi saluran kemih mengalami demam
tanpa sumber infeksi dari riwayat dan pemeriksaan fisik. Sebagian besar infeksi
saluran kemih dengan gejala tunggal demam ini terjadi pada anak perempuan.3
Patofisiologi
Pada individu normal,
biasanya laki-laki maupun perempuan urin selalu steril karena dipertahankan
jumlah dan frekuensi kencing. Uretro distal merupakan tempat kolonisasi
mikroorganisme nonpathogenic fastidious
Gram Positive dan Gram Negative.
Hampir semua ISK
disebabkan invasi mikroorganisme asending dari uretra ke dalam kandung kemih.
Pada beberapa pasien tertentu mikroorganisme dapat mencapai ginjal. Proses ini
dipermudah refluks vesikoureter. Ginjal diduga merupakan lokasi infeksi sebagai
akibat lanjut septikemi atau endokarditis akibat Stafilokokus atau E. Coli.
Escherichia coli,
Proteus, Klebsiella, dan Enterobacter merupakan bakteri pathogen yang paling
sering menyebabkan infeksi saluran kemih.3
Gejala Klinis
Gejala – gejala dari ISK sering meliputi:
·
Gejala yang terlihat, sering timbulnya dorongan untuk
berkemih
·
Rasa terbakar dan perih pada saat berkemih
·
Seringnya berkemih, namun urinnya dalam jumlah sedikit
(oliguria)
·
Adanya sel darah merah pada urin (hematuria)
·
Urin berwarna gelap dan keruh, serta adanya bau yang
menyengat dari urin
·
Ketidaknyamanan pada daerah pelvis renalis
·
Rasa sakit pada daerah di atas pubis
·
Perasaan tertekan pada perut bagian bawah
·
Demam
·
Sering berkemih pada malam hari.3
Setiap tipe dari infeksi
saluran kemih memilki tanda – tanda dan gejala yang spesifik, tergantung bagian
saluran kemih yang terkena infeksi:
·
Pyelonephritis akut. Pada tipe ini, infeksi pada ginjal
mungkin terjadi setelah meluasnya infeksi yang terjadi pada kandung kemih.
Infeksi pada ginjal dapat menyebabkan rasa salit pada punggung atas dan
panggul, demam tinggi, gemetar akibat kedinginan, serta mual atau muntah.
·
Cystitis. Inflamasi atau infeksi pada kandung kemih dapat
dapat menyebabkan rasa tertekan pada pelvis, ketidaknyamanan pada perut bagian
bawah, rasa sakit pada saat urinasi, dan bau yang mnyengat dari urin.
·
Uretritis. Inflamasi atau infeksi pada uretra menimbulkan
rasa terbakar pada saat urinasi. Pada pria, uretritis dapat menyebabkan
gangguan pada penis.
Faktor resiko yang
berpengaruh terhadap infeksi saluran kemih:
·
Panjang urethra. Wanita mempunyai urethra yang lebih pendek dibandingkan
pria sehingga lebih mudah
·
Faktor usia. Orang tua lebih mudah terkena dibanndingkan dengan usia
yang lebih muda.
·
Wanita hamil lebih mudah terkena oenyakit ini karena penaruh hormonal
ketika kehamilan yang menyebabkan perubahan pada fungsi ginjal dibandingkan
sebelum kehamilan.
·
Faktor hormonal seperti menopause. Wanita pada masa menopause lebih
rentan terkena karena selaput mukosa yang tergantung pada esterogen yang dapat
berfungsi sebagai pelindung.
·
Gangguan pada anatomi dan fisiologis urin. Sifat urin yang asam dapat
menjadi antibakteri alami tetapi apabila terjadi gangguan dapat menyebabkan
menurunnya pertahanan terhadap kontaminasi bakteri.
·
Penderita diabetes, orang yang menderita cedera korda spinalis, atau
menggunakan kateter dapat mengalami peningkatan resiko infeksi.
Sebagian
besar infeksi saluran kemih tidak dihubungkan dengan faktor risiko tertentu.
Namun pada infeksi saluran kemih berulang, perlu dipikirkan kemungkinan faktor
risiko seperti :
·
Kelainan fungsi atau kelainan anatomi saluran kemih
·
Gangguan pengosongan kandung kemih (incomplete bladder
emptying)
·
Konstipasi
·
Operasi saluran kemih atau instrumentasi lainnya terhadap
saluran kemih sehingga terdapat kemungkinan terjadinya kontaminasi dari luar.
·
Kekebalan tubuh yang rendah.3
Penatalaksanaan
Pengobatan infeksi saluran kemih menggunakan antibiotika yang telah
diseleksi terutama didasarkan pada beratnya gejala penyakit, lokasi infeksi,
serta timbulnya komplikasi. Pertimbangan pemilihan antibiotika yang lain
termasuk efek samping, harga, serta perbandingan dengan terapi lain. Tetapi,
idealnya pemilihan antibiotika berdasarkan toleransi dan terabsorbsi dengan
baik, perolehan konsentrasi yang tinggi dalam urin, serta spectrum yang
spesifik terhadap mikroba pathogen.7
·
Sulfonamida
Antibiotika ini digunakan untuk mengobati infeksi pertama kali. Sulfonamida
umumnya diganti dengan antibiotika yang lebih aktif karena sifat resistensinya.
Keuntungan dari sulfonamide adalah obat ini harganya murah.
·
Trimetoprim-sulfametoksazol
Kombinasi dari obat ini memiliki efektivitas tinggi dalam melawan bakteri
aerob, kecuali Pseudomonas aeruginosa. Obat ini penting untuk mengobati
infeksi dengan komplikasi, juga efektif sebagai profilaksis pada infeksi
berulang. Dosis obat ini adalah 160 mg dan interval pemberiannya tiap 12 jam.
·
Penicillin
Ampicillin adalah penicillin standar yang memiliki aktivitas spektrum luas,
termasuk terhadap bakteri penyebab infeksi saluran urin. Dosis ampicillin 1000
mg dan interval pemberiannya tiap 6 jam. Amoxsicillin terabsorbsi lebih baik,
tetapi memiliki sedikit efek samping. Amoxsicillin dikombinasikan dengan
clavulanat lebih disukai untuk mengatasi masalah resistensi bakteri. Dosis
amoxsicillin 500 mg dan interval pemberiannya tiap 8 jam.
·
Cephalosporin
Cephalosporin tidak memiliki keuntungan utama dibanding dengan antibiotika
lain yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, selain itu obat ini
juga lebih mahal. Cephalosporin umumnya digunakan pada kasus resisten terhadap
amoxsicillin dan trimetoprim-sulfametoksazol.
·
Tetrasiklin
Antibiotika ini efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih tahap awal.
Sifat resistensi tetap ada dan penggunannya perlu dipantau dengan tes
sensitivitas. Antibotika ini umumnya digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan
oleh chlamydial.
·
Quinolon
Asam nalidixic, asam oxalinic, dan cinoxacin efektif digunakan untuk
mengobati infeksi tahap awal yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan Enterobacteriaceae
lain, tetapi tidak terhadap Pseudomonas aeruginosa. Ciprofloxacin ddan
ofloxacin diindikasikan untuk terapi sistemik. Dosis untuk ciprofloxacin
sebesar 50 mg dan interval pemberiannya tiap 12 jam. Dosis ofloxacin sebesar
200-300 mg dan interval pemberiannya tiap 12 jam.
·
Nitrofurantoin
Antibiotika ini efektif sebagai agen terapi dan profilaksis pada pasien
infeksi saluran kemih berulang. Keuntungan utamanya adalah hilangnya resistensi
walaupun dalam terapi jangka panjang.
Pencegahan
Agar terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih, dapat dilakukan hal-hal
berikut:7
·
Menjaga dengan baik kebersihan
sekitar organ intim dan saluran kemih.
·
Bagi perempuan, membersihkan organ
intim dengan sabun khusus yang memiliki pH balanced (seimbang) sebab
membersihkan dengan air saja tidak cukup bersih.
·
Pilih toilet umum dengan toilet
jongkok. Sebab toilet jongkok tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan
lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum menggunakannya
sebaiknya bersihkan dahulu pinggiran atau dudukan toilet. Toilet-toilet umum
yang baik biasanya sudah menyediakan tisu dan cairan pembersih dudukan toilet.
·
Jangan membersihkan organ intim di
toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower
atau keran.
·
Gunakan pakaian dalam dari bahan
katun yang menyerap keringat agar tidak lembab.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi saluran kemih
antara lain batu saluran kemih, obstruksi saluran kemih, sepsis, infeksi kuman
yang multisistem, dan gangguan fungsi ginjal.
Komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah terjadi ISK
yang terjadi jangka panjang adalah terjadinya renal scar yang
berhubungan erat dengan terjadinya hipertensi dan gagal ginjal kronik. ISK pada
kehamilan dengan BAS (Basiluria Asimtomatik) yang tidak diobati: pielonefritis,
bayi prematur, anemia, Pregnancy-induced hypertension
ISK pada
kehamilan: retardasi mental, pertumbuhan bayi lambat, Cerebral
palsy, fetal death.6
Sistitis emfisematosa : sering
terjadi pada pasien DM.
Prognosis
Prognosis infeksi saluran kemih adalah baik
bila dapat diatasi faktor pencetus dan penyebab terjadinya infeksi tersebut.
Kesimpulan
Pasien Laki-laki
usia 50 tahun mengalami ISK. Diagnosis dipastikan dilihat dari gejala klinis
yang dirasakan pasien dan hasil pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan.
Terapi yang cepat dan adekuat penting agar prognosis baik dan mengurangi
kemungkinan terjadinya komplikasi. Pencegahan penting dilakukan agar tidak
terjadi ISK yang rekurens.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar