Senin, 06 April 2015

PBL 5 - Pembengkakan pada jari

 

                                                                                                            Tinjauan Pustaka


Pembengkakan Pada Jari

Agung Ganjar Kurniawan*


10-2010-169





Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana**





*Mahasiswa Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, email: aagguunngg@yahoo.com
** Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-563173
Pendahuluan
Didalam tubuh manusia tersusun oleh bermacam-macam tulang, organ, dan otot. Pada saat kita bergerak pergerakan itu dibantu dengan adanya otot yang mampu membantu kita menggerakan setiap anggota tubuh kita. Tanpa otot tidak mungkin kita dapat bergerak seperti sedia kalanya, bahkan apabila kita tidak memiliki otot, tulang-tulang pada tubuh kita tidak dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu setiap tulang, organ, dan otot yang terdapat didalam tubuh kita bekerja dengan fungsinya masing-masing dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya, agar kita dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal. Otot,tulang dan organ lainya sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita tahu dan mengerti akan peranan masing-masing dari tulang,otot,dan organ lainya yang terdapat dalam tubuh kita.1 Dalam makalah ini penulis ingin menjelaskan bagaimana mekanisme otot yang dapat menyebabkan jari bengkak.


Pembahasan

A.  Makroskopis  Tangan

a)    Tulang
Ossa carpi
Terdapat delapan buah ossa carpi yang tersusun atas dua baris, masing masing terdir dari empat tulang. Baris proksimal terdiri atas (dari lateral ke medial) scaphoideum, lunatum, triquentrum, dan pisiforme. Basis distal terdiri atas (dari lateral ke medial) trapezium, trapezoideum, capitatum, dan hamatum. Secara bersama-sama ossa carpi pada permukaan anteriornya membentuk cekungan, yang ada pada ujung lateral dan medialnya melekat sebuah pita membranosa yang kuat disebut flexor retinaculum. Dengan cara ini membentuk saluranosteo-fascial, canalis carpi, untuk lewatnya nervus medianus dan tendo-tendo flexor jari.
Ossa carpi pada waktu lahir merupakan tulang rawan. Os capitatum mengalami ossifikasi selama tahun pertama kehidupan dan tulang-tulang lainnya mengalami ossifikasi dengan berbagai interfal waktusampai umur 12 tahun, pada tahun ini semua tulang telah mengalami ossifikasi.1
            Os naviculare merupakan tulang terbesar dalam deretan proksimal. Pada permukaan volarnya terdapat tuberculum,  yang dapat diraba melalui kulit. Os naviculare di proksimal bersendi dengan os radius, di distal dengan os multangulum majus dan os multangulum minus, dan di medial dengan os lunatum dan os capitatum. Pembuluh darah masuk pada permukaan kasar tulang. Pada satu pertiga  kasus, pembuluh darah hanya mencapai os naviculare pada permukaan dorsalnya dan pada mereka, fraktura os navivulare dapat diikuti oleh nekrosis fragmen proksimal tulang.
Os lunatum yang berbentuk bulan sabit di proksimal bersendi dengan os radius dan diskus artikularis, di medial dengan os triquetrum, di lateral dengan os naviculare dan di distal dengan os capitatum dan kadang-kadang juga dengan os hamatum.
Os triquetrum bentuknya hampir menyerupai piramid dengan bagian apeksnya mengarah ke medial. Dasarnya menghadap ke lateral dan bersendi dengan os lunatum. Di proksimal ia bersendi dengan diskus artikularis dan di distal dengan os hamatum. Permukaan volar mempunyai permukaan sendi yang kecil untuk os pisiforme.
Os pisiforme merupakan os carpal yang paling kecil. Ia mudah diraba dan bersama-sama dengan os triquetrum dan hamalus ossis hamati, suatu tonjolan seperti kait os hamatum, membentuk eminentia carpi media.
Os multangulum majus mempunyai tuberculum yang dapat diraba pada tangan yang berada dalam posisi dorsofleksio, dan medial terhadapnya terdapat alur untuk tendo m.flexor carpi radialis. Distal terhadapnya terdapat permukaan sendi yang menyerupai pelana untuk os metacarpal I. Permukaan sendi untuk bersendi dengan os multangulum minus terletak di medial, dan antara permukaan sendi distal dan medial terdapat permukaan sendi yang lebih kecil untuk bersendi dengan os metacarpal II. Di proksimal, os multangulum majus bersendi dengan os naviculare.
Os multangulum minus,  permukaan volarnya, di dorsal lebih lebar daripada permukaan volar. Ia bersendi di proksimal dengan os naviculare, di distal dengan os metacarpal II, di lateral dengan os multangulum majus dan di medial dengan os capitatum.
Os capitatum merupakan os carpal yang paling besar. Di proksimal ia mempunyai permukaan sendi untuk bersendi dengan os naviculare dan os lunatum, di lateral untuk bersendi dengan os multangulum minus, di medial dengan os hamatum dan di distal terutama dengan os metacarpal III serta sebagian dengan ossa metacarpalia II dan IV.
Os hamatum mudah diraba. Pada permukaan volarnya terdapat hamulus, yang melengkung ke lateral. Hamulus berhubungan dengan m.flexor digini minimi brevis dan ligamentum pisohamatum. Di distal ia bersendi dengan ossa metacaepalia IV dan V, di lateral dengan os capitatum, di proksimal dan medial dengan os triquetrum, dan di proksimal dan lateral dengan os lunatum. 2

Osifikasi
Pusat-pusat endokondral hanya berkembang setelah lahir. Pada tahun pertama kehidupan pusat-pusat timbul pada os capitatum dan os hamatum, dan pada tahun kedua sampai ketiga pada os triquetrum. Antara usia 2-6 tahun pusat-pusat pertulangan os lunatum berkembang, diikuti antara tahun ke 3 dan ke 6 pada os naviculare. Osifikasi pada os multangulum majus dan os multangulum minus paling sering terjadi antara usia 4 dan 6 tahun. Os pisiforme mengalami osifikasi antara 8 dan 12 tahun.2

Ossa metacarpi dan phalanges
            Ada lima buah ossa metacarpi, masing-masing mempunyai basis, corpus dan carpus. Os metacarpi I pollex adalah yang terpendek dan sangat mudah bergerak. Tulang tersebut tidak terletak pada bidang yang sama dengan tulang-tulang metacarpi yang lainnya, tetapi terletak lebih anterior. Tulang ini juga berotasi ke medial Sembilan puluh derajat, sehingga permukaan ekstensor menghdap ke lateral bukan dorsal.
Basis ossa carpi bersendi dengan barisan distal ossa carpi, capurnya yang membentuk buku tangan bersendi dengan phalanges proximal . corpus dari masing-masing ossa metacarpal sedikit cekung ke depan dan mempunyai penampang berbentuk segitiga. Corpus mempunyai permukaan posterior, lateral dan medial.1 
Kelima ossa metacarpalia tangan masing-masing mempunyai capitulum, corpus, dan basis. Pada mereka semua terdapat permukaan sendi pada salah satu ujungnya (basis) untuk bersendi dengan ossa carpalia dan pada ujung lainnya (capitulum) untuk phalanges.
Permukaan volar sedikit konkaf dan permukaan dorsal seikit konveks. Permukaan dorsal, ke arah capitulum menunjukkan bentuk segitiga. Permukaan sendi proksimal dari os metacarpal I berbentuk pelana; metacarpal II mempunyai lekukan yang menghadap ke proksimal untuk bersendi dengan os carpal dan pada sisi medial dengan metacarpal III.
Pada sisi dorsoradial basis metacarpal III terdapat processus styloideus dan di sisi radial terdapat permukaan sendi untuk metacarpal II. Di proksimal, terdapat satu permukaan sendi untuk berhubungan dengan ossa carpalia, dan pada sisi ulnar terdapat dua permukaan sendi untuk bersendi dengan os metacarpal IV. Os metacarpal IV di sisi radial mempunyai dua permukaan sendi tetapi di sisi ulnar hanya mempunyai satu permukaan sendi.2
Tulang-tulang jari: tiap-tiap jari terdiri lebih dari satu tulang, dinamakan phalanx proksimal, medial dan distal. Satu-satunya kekecualian adalah ibu jari, yang hanya mempunyai dua phalanx. Tiap-tiap  phalanx proksimal mempunyai permukaan volar yang rata, di dorsal dan transversal ia konveks dan mempunyai pinggir yang kasar untuk perlekatan selubung-selubung fibrosa tendo otot-otot fleksor. Ia mempunyai corpus, capitulum (juga dinamakan trochlea) dan basis. Basis mempunyai lekuk sendi oval, suatu permukaan sendi untuk ossa metacarpalia.

Basis phalanx tengah mempunyai permukaan konveks yang dipisahkan oleh peninggian ringan untuk meyesuaikan diri dengan bentuk capitulum phalanx proksimal. Basis phalanx distal juga mempunyai peninggian. Pada ujung distal terdapat permukaan volar yang kasar untuk insersio tendo m. flexor digitorum profundus serta lempeng berbentuk sekop kasar yang menghadap ke volar pada ujungnya. Ossa sesamoidea secara teratur terdapat pada sendi-sendi antara metacarpal dan phalanx proksimal atau ibu jari. Satu terletak di medial dan lainnya di lateral. Ossa sesamoidea juga terdapat dalam jumlah yang variabel pada jari-jari lainnya.2

Osifikasi
Pada os metacarpal dan phalanx hanya terdapat satu pusat osifikasi epifisis selain diafisis perikondral (bulan ketiga intrauteri). Pada os metascarpal pusat epifisis distal berkembang pada tahun kedua kehidupan, kecuali untuk os metacarpal I, dimana pusat ujung proksimal timbul pada tahun ke 2- ke 3, pada phalanx, pusat osifikasi epifisis hanya terjadi di proksimal.2

Gambar 1. Struktur tulang tangan.

b)    Kulit
Kulit dilekatkan pada fascia protunda oleh beberapa pita fibrosa. Kulit memperlihatkan banyak garis flexio pada tempat kulit bergerak, yang tidak harus terletak pada persendian. Pada kulit banyak ditemukan kelenjar keringat. Musculus Palmaris brevis adalah sebuah otot kecil yang berorigo pada retinaculum muscolorum flexorum dan apeneurosis Palmaris serta berinsertio pada kulit telapak tangan. Otot ini dipersarafi oleh ramus seperficialis nevri ulnaris. Fungsinya adalah mengerutkan kulit pada dasar eminentia hypothenar dengan demikian memperkuat genggaman tangan sewaktu memegang benda yang bulat.
Saraf sensorik yang mengurus kulit telapak tangan berasal dari ramus cutaneus Palmaris nevri medianus yang menyilang di depan reticulum muscolarum flexorum dan menyarafi kulit bagian lateral telapak tangan dan ramus cutaneus Palmaris nevri ulnaris yang juga menyilang di depan retinaculum musculorum flexorum dan menyarafi kulit bagian medial telapak tangan . kulit diatas basis eminentia hypothenar dipersarafi oleh ramus cutancus lateralis lengan antebrachii atau ranus superficialis nevri radialis.1 

c)    Otot

v  Insertio tendo otot flexor panjang
Tendo muscular flexor pollicis longus berinsertio ke facies anterior basis phalanges distalis pollex. Tiap-tiap tendo musculi flexor digito rum superficialis memasuki selubung fibrosa otot flexor di depan phalanges proximal membelah dua yang kemudian berjalan di sekitar tendo musculi flexor digitorum.1

v  Otot-otot kecil tangan
Musculi lumbricales
Musculi lumbricales berjumlah empat buah
Ø  Origo : tendo musculi flexor digitorum profundus pada telapak tangan .
Ø  Insertio : setiap otot berinsertio pada sisi lateral espansi extensor yang sesuai.
Ø  Persarafan : musculis lumbricalis I dan II yaitu dua musculi yang di lateral dipersarafi oleh nervus medianus, musculus lumbricalis III dan IV dipersarafi oleh ramus profundus nervi ulnaris
Ø  Fungsi : dengan dibantu oleh musculi interossei, otot-otot ini melakukan gerakan flexio pada articulation metacarpophalangea dan extension articulation interphalangea.


Musculi interosei
Terdapat delapan buah musculi interossei, terdiri atas empat musculi dorsales dan empat musculi interssei palmares. Otot-otot tersebut menempati ruang-ruang diantara ossa metacarplia. Musculi interssoi dorsales mempunyai dua caput dan lebih besar dari musculi interssei palmares yang hanya mempunyai satu caput.1
·         Musculi interossei palmares

Ø  Origo : musculus interossai Palmaris satu berasal dari sis medial basis os metacarpal I, sedangakn musculus interosseus II,III dan IV masing-masing berasal dari facies anterior os metacarpal II,IV dan V.
Ø  Insertio : musculus interosseus Palmaris I berinsertio pada sisi medial basis phalanges proximal pollex.musculus interosseus Palmaris II berinsertio ke sisi medial basis phalanges proximal index. Musculus interosseus Palmaris III dan IV berinsertio pada sisi lateral tulang-tulang digitus alunaris dan digitus minimus yang sesuai. Selain itu semua musculi interssei berinsertio pada ekspansi ekxtensor jari di tempatnya bekerja.
Ø  Persarafan : ramus profundus nevri ulnaris
Ø   
Ø  Fungsi : adductio jari kea rah pusat jari ketiga pada articulation metacarpophalangea, flexio articulation metacarpophalangea, dan extension articulation interphalangea.

·         Musculi interossei dorsales

Ø  Origo : keempat musculi interossei dorsales masing-masing berasal dari sisi-sisi yang bersebelahan dari os metacarpal I,II,II dan III,III dan IV, serta IV dan V. 
Ø  Insertio : musculus interosseus dorsalis I berinsertis pada sisi lateral basis phalanges proximal index, musculus interosseus dorsalis II pada sisi lateral basis phalanges proximal jari tengah, musculus interosseus dorsalis III pada sisi medial tulang yang sama, dan musculus interosseus dorsalis IV pada sisi medial basis phalanges proximal digitus anularis. Selain itu, semua musculi interossei berinsertio berinsertio pada ekspansi estensor jari di tempat otot tersebut bekerja.
Ø  Persarafan : ramus profundus nervi ulnaris
Fungsi : otot-otot ini melakukan abduction jari dari pusat jari ketiga pada articulation metacarpophalanges, flexio articulation metacarpophalangea dan extentio articulation interphalangea.

v  Otot-otot pendek pollex
Otot-otot pendek pollex terdiri atas muscular abductor pollicis brevis, muscular flexor pollicis brevis, muscular oppones pollicis, muscular adductor pollicis brevis. Ketiga otot yang pertama membentuk eminentia thenar.1
·         muscular abductor pollicis brevis

Ø  Origo : os schaapoideum, trapezium dan reticulum musculorum flexorum.
Ø  Insertio : ke sisi lateral basis phalanges proximal pollex bersama dengan musculus flexor pollicis brevis.
Ø  Persarafan : nervus medianus
Ø  Fungsi : abduction pollex pada articulation metacarpophalangea. Abductio pollex dapat didefinisikansebagai gerakan ke depan pollex pada bidang anteroposterior.



·         muscular flexor pollicis brevis

Ø  Origo : permukaan anterior reticulum musculorum flexorum.
Ø  Insertio : ke permukaan lateral basis phalanges proximal pollex bersama dengan musculus abductor pollicis brevis. Os sesamoid yang kecil biasanya terdapat pada tendo gabungan ini.
Ø  Persarafan : nervus medianus
Ø  Fungsi : flexio articulation metacarpophalanges pollex

·         muscular opponens pollicis

Ø  Origo : permukaan anterior reticulum musculorum flexorum.
Ø  Insertio : sepanjang pinggir lateral corpus ossis metacarpi I.
Ø  Persarafan : nervus medianus
Ø  Fungsi : menarik pollex ke medial dan depan melintang telapak tangan sehingga permukaan palmar ujung pollex bersentuhan dengan permukaan palmar ujung jari yang lain. Otot ini merupakan otot yang penting dan memungkinkan pollex membentuk cakar pada gerakan menjepit untuk mengambil benda-benda.

·         muscular adductor pollicis

Ø  Origo : caput obliquum berasal dari facies anterior basis metacarpi II dan III dn ossa carpi yang berdekatan. Caput transversum berasala dari facies anterior corpus ossis metacarpi III.
Ø  Insertio : serabut-serabut kedua caput bersatu dan berinsertio bersama musculus interosseus Palmaris I, melalui tendo gabungan pada sisi medial basisi phalangesproximal phollex. Os sesamoideum yang kecil biasanya terdapat pada gebungan kedua tendo ini.
Ø  Persarafan : ramus profundus nevrus ulnaris
Ø  Fungsi : adductio polex pada articulatio carpometacarpea.


v  Otot-otot pendek digitus minimus

Otot-otot pendek digitus minimus terdiri atas muscular abductor digitus minimi, muscular flexor digitus minimi, muscular oppones digitus minimi, yang secara bersama-sama membentuk eminetia hyphotenar.1

·         muscular abductor digitus minimi

Ø  Origo : os pisiforme 
Ø  Insertio : sisi medial basis phalanges proximal digitus mininmus.
Ø  Persarafan : ramus provundus nevri ulnaris.
Ø  Fungsi : abduction digitus minimus pada articulation metacarpaphalangea.

·         muscular flexor digitus minimi

Ø  Origo : permukaan anterior retinaculum musculorum flexorum
Ø  Insertio : sisi medial basis phalanges proximal digitus mininmus.
Ø  Persarafan : ramus provundus nevri ulnaris.
Ø  Fungsi : flexio digitus minimus pada articulation metacarpaphalangea.

·         muscular oppones digitus minimi

Ø  Origo : : permukaan anterior retinaculum musculorum flexorum
Ø  Insertio : sepanjang pinggir medial os metacarpal V
Ø  Persarafan : ramus provundus nevri ulnaris.
Ø  Fungsi : otot ini hanya sedikit merotasikan os metacarpl V. walaupun demikian, otot ini membantu musculus flexor digiti minimi untuk melakukan gerakan flexio pada articulation carpometacarpea digitus minimus dengan menarik os metacarpal V ke depan dan mengucupkan tangan.

            Gambar 2. Struktur otot tangan
           
B.   Histology otot rangka
            Satuan organisasi otot rangka adalah serat otot, yaitu sel-sel silindris panjang multinuclear. Mereka jauh lebih besar dari pada serat polos, panjang berkisar antara 10 sampai 30 cm berdiameter antara 0,1 sampai 0,5 mm. Serat-serat pararel berkumpul membentuk berkasi atau fasikel yang cukup besar untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Masaing-masing serat, fasikel, dan otot seluruhnya di bungkus oleh jaringan ikat yang membentuk kerangka penyokong utuh. Tetapi untuk keperluan deskripsi, bagian-bagian berbeda disebut dengan istilah tersendiri. Jaringan ikat padat yang mengelilingi seluruh otot disebut epimisium. Septa tipis yang terjulur ke dalam dari nya mengelilingi setiap fasikel membentuk perimisium dan reticulum halus yang membungkus setiap serat adalah endomisium. Meskipun jaringat ikat itu berfungsi menggabungkan subunit otot itu, ia tetap memungkinkan gerakan bebas antarnya. Sedikit gerakan memanjang antara-fasikel itu mungkin dan setiap serat otot dapat bergerak secara independen dari serat sebelahnya.
            Pembuluh darah yang memasok otot rangka bercabang-cabang dalam empimisum dan menembus septa dari perimisium dan membentuk dalam endomisium anyaman kapiler sekitar setiap serat otot. Kapiler cukup berkelok untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan panjang serat dengan agak melurus selama relaksasi dan lebih berkelok lagi semala kontraksi.
            Susunan fasikel bervariasi dari otot ke otot. Pada beberapa otot yang relative pendek, mereka terorientasi pararel terhadap arah tarikan dan sepanjang ototnya ia utuh. Pada otot sangat panjang, serat itu umummnya lebih pendek dari otot dan berhubunngan dengan satu atau lebih pita melintang jaringan ikat berjarak teratur sepanjang otot. Pada otot lain, disebut sebagai unipinat, fasikel terorientasi seorang terhadap pita memanjang jaringan ikat sepanjang satu sisi otot. Yang lain adalah bipinat, karena memiliki fasikel oblik yang memancar dari pusat jaringan ikat dalam otot, menghasilkan pola mirip bulu-bulu yang terjulur seorang terhadap sumbu pusat bulu. Beberapa otot adalah multipinat dengan fasikel oblik memancar dari bebeapa untaian jaringan ikat memanjang di dalam otot. Untaian ini mengumpul pada tendo. Hilangnya sedikit efisiensi sehubungan dengan arsitektur fasikel yang oblik di tutp oleh sangat banyaknya serat yang dapat ditampung dengan susunan ini. Ia umumnya dijumpai pada otot yang memerlukan kekuatan besar dan memerlukan jarak gerak yang pendek.3

Histogenesis tulang
            Tulang selalu berkembang oleh pergantian jaringan ikat yang sudah ada. Pada embrio, terlihat dua modus osteogenesis berbeda. Dalam hal tulang dibentuk langsung dalam jaringan ikat primitive, maka disebut penulangan membranosa. Bila pembentukan tulang berlangsung dalam tulang rawan yang telah ada, maka disebut penulangan endokondral. Peletakan matriks tulang pada dasarnya sama dalam kedua modus pembentukan tulang itu, namun pada penulangan kedua modus pembentukan tulang itu, namun pada penulangan endokordonal, bagian terbesar tulang rawannya harus dihilangkan dulu sebelum peletakan tulang dimulai. Pada keduanya, tulang pertama kalo diletakan sebagai anyaman trabekel, disebut spongiosa primer, dan ini kemudian ditransformasi menjadi tulang yang lebih kompak dengan mengisi celah-celah di antara trabekel.
            Osteoblast baru dari sel osteoprogenitor dalam jaringan ikat perivaskular. Gambaran mitosis tidak tampak dalam osteoblas namum sering dalam sel osteoprogenitor.
            Di daerah spongiosa primer yang akan menjadi tulang kompak, trakebel terus menebal dengan mengorbankan jaringan ikat hingga ruang disekitar pembuluh darah sebagian besar telah menutup. Pada pengisian preogresif ruang perivaskuler, tulang diletakkan dalam lapis-lapis konsentris tidak teratur yang sedikit mirip system havers namun bukan tulang berlamel sejati karena serat kolagennya tersebar acak.
            Pada daerah-daerah di mana tulang spon akan tetap ada dalam kehidupan pasca-lahir, penebalan trakebel tidak terjadi dan jaringan vaskuler di antaranya berangsur ditransformasi menjadi jaringan hemopoietik. Jaringan ikat pembungkus tulang memadat dan menjadi periosteum. Setelah penumbuhan berhenti, osteoblas pada permukaan luar dan dalam tulang menjdai berbentuk mirip fibroblast dari, berturut-turut, periosteum dan endosteum. Jika di kemudian hari mereka di panggil untuk memperbaiki fraktur, kemampuan osteogenikanya di aktifan kembali dan sekali lagi menjadi osteoblas.3
C.  Mekanisme kontraksi otot tangan
            Otot manusia merupakan suatu alat yang penting untuk menunjang pergerakan atau selama aktifitas. Pergerakan otot sadar diawali dengan adanya sebuah sinyal dari syaraf motorik (gerak) yang memerintahkan agar otot ini bergerak sesuai dengan batasan kemampuan geraknya. Tanggapan atau reaksi otot ini sepenuhnya tergantung pada kondisi otot itu sendiri. Sehingga apabila kondisi otot tersebut terganggu, maka pergerakan yang terjadi akibat kontraksi otot tersebut akan berjalan lambat dan tidak maksimal.4,5
             Kontraksi otot diawali dengan adanya pengantar impuls (potensial aksi) syaraf motorik alfa menuju motor endplate di membrane otot rangka. Sebelum terjadi potensial aksi syaraf motorik alfa, pada motor endplate telah terjadi depolarisasi sebagai akibat terlepasnya asetikolin (ACh) dalam kuantum kecil secara terus menerus. Dengan adanya potensial aksi di syaraf motoriknya, pelepasan ACh dalam akan sangat banyak sehingga depolarisasi di endplate menjadi potensial aksi otot yang kemudian menjalar sepanjang membrane sel otot dan tubulus T. Akibatnya, pintu Ca di retikulum sarkoplasma membuka dan melepaskan ion Ca ke sitoplasma sel otot. Ion Ca kemudian menyebar keseluruh sitoplasma dan berikatan dengan troponin C.
Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang relatif dari filamen-filamen, aktin dan myosin. Otot yang mendapat rangsangan akan bekerja dengan cara berkontraksi. Kontraksi otot ditandai dengan memendeknya otot. Serta menegang dan memendeknya otot di bagian tengah. Apabila otot tidak tidak bekerja maka otot akan kembali mengendur dan beristirahat atau relaksasi. Otot dapat berkontraksi karena adanya pemecahan molekul energy yang disebut adenosine triphosphate (ATP). Untuk aktifitas berat selama 5 menit sel otot membutuhkan 85 gram ATP. Pemecahan ikatan kimia ATP ini menghasilkan produk sampingan yaitu adenosine diphospate (ADP). Energy yang di lepaskan oleh molekul ATP meningkatkan filament-filamen protein mendorong otot untuk memendek (berkontraksi). Mekanisme kerja otot tersebut juga melibatkan kalsium.5,6

 Kontraksi otot dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1.    Treppe atau staircase effect, yaitu meningkatnya kekuatan kontraksi berulang kali pada suatu serabut otot karena stimulasi berurutan berseling beberapa detik. Pengaruh ini disebabkan karena konsentrasi ion Ca2+ di dalam serabut otot yang meningkatkan aktivitas miofibril.
2.    Summasi, berbeda dengan treppe, pada summasi tiap otot berkontraksi dengan kekuatan berbeda yang m
3.    Merupakan hasil penjumlahan kontraksi dua jalan (summasi unit motor berganda dan summasi bergelombang).
4.    Fatique adalah menurunnya kapasitas bekerja karena pekerjaan itu sendiri.
5.    Tetani adalah peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat sehingga tidak ada peningkatan tegangan kontraksi.
6.    Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot telah dihabiskan, sehingga kalsium tidak lagi dapat dikembalikan ke RS melalui mekanisme pemompaan.5,7


Gambar 3. Mekanisme kontraksi otot.

D.  Mekanisme kerja enzim otot

Kontraksi secara kimia dan enzim yang berperan di dalamnya :
1.      Di awal siklus kontraksi, ATP berikatan dengan kepala myosin di sisi enzim yang menghidrolisi, ATPase.
2.      ATPase memecah ATP menjadi ADP dan fosfat anorganik. Keduanya tetap melekat di kepala myosin (ATP à ADP + P + energy).
3.      Energy yang dilepas melalui proses hidrolisis mengaktivasi kepala myosin ke dalam posisi yang condong, siap mengikat aktin.
4.      Ion-ion kalsium, yang telah dilepas reticulum sarkoplasma berikatan dengan troponin yang melekat pada tropomiosin dan aktin.
5.      Kompleks troponin-ion kalsium mengalami perubahan susunan yang memungkinkan tropomiosin menjauhi posisi penghalang aktinnya.
6.      Sisi pengikat-miosin pada aktin kemudian terbuka untuk memungkinkan terjadinya perlekatan pada sisi pengikat-aktin di kepala myosin.
7.      Saat pengikatan, ADP dan fosfat anorganik dilepas dari kepala myosin, dan kepala myosin bergerak dan berputar ke arah yang berlawanan untuk menarik filament ktin yang melekat menuju pita H. peristiwa ini disebut power stroke kepala myosin.
8.      Kepala myosin tetap terikat kuat pada aktin sampai sebuah molekul baru ATp melekat padanya dan melemahkan ikatan anatara aktin dan myosin.
9.      Kepala myosin terlepas dari aktin, condong kembali, dan siap untuk melekat pada aktin di sisi baru, berputar, dan kembali menarik untuk siklus.
10.  Siklus tersebut terjadi dalam ribuan kepala myosin selama masih ada stimulasi saraf, dan jumlah ion kalsium serta ATP mencukupi.
11.  Relaksasi otot terjadi saat stimulasi saraf berhenti dan ion kalsium tidak lagi dilepas. Ion kalsium di transfer kembali ke reticulum sarkoplasma dengan pompa kalsium dalam membrane reticulum sarkoplasma.
12.  Rigor mortis. ATP diperlukan untuk melepaskan myosin dari aktin. Penipisan ATP dalam otot secara total dan ketidakmampuan untuk menghasilkan lebih banyak ATP, seperti yang terjadi setelah mati, mengakibatkan terjadinya perlekatan permanen aktin dan myosin, serta rigiditas otot.6
Kesimpulan
Tangan merupakan alat gerak yang terdiri dari tulang dan otot yang sama-sama mempunyai fungsi masing-masing. Pada tangan tulang terbagi dari carpi, metacarpi dan phalanges dan otot terdiri dari Otot-otot kecil tangan, Otot-otot pendek pollex, Otot-otot pendek digitus minimus. Pembengkakan yang terjadi pada jari disebabkan adanya gangguan pada phalanges II dan III dan musculus flexor digitorum superfisialis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar