Jumat, 10 April 2015

PBL 26 - Hubungan Antara Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Serta Faktor yang Mempengaruhinya



Hubungan Antara Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Serta Faktor yang Mempengaruhinya
Agung Ganjar Kurniawan
102010169
Kelompok : C-9
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510

Pendahuluan
Di Indonesia, kasus anemia gizi sangat umum dan mudah dijumpai pada semua kelompok umur baik laki-laki maupun perempuan. Ditinjau dari segi kesehatan masyarakat anemia gizi terjadi karena kekurangan zat besi. Anemia zat besi ini banyak diderita oleh wanita hamil, laki –laki dewasa, pekerja penghasilan rendah, balita dan anak sekolah. Pada remaja putri, anemia gizi besi dapat mengurangi kemampuan belajar, sehinggga dapat menurunkan prestasi di sekolah. Dalam kondisi anemia, tubuh mudah terkena infeksi. Keadaan ini tentunya dapat menghambat perkembangan kualitas sumber daya manusia.
Gangguan medis yang paling umum ditemui pada masa hamil, mempengaruhi sekurang – kurangnya 20% wanita hamil. Wanita hamil memiliki insiden komplikasi puerperal yang lebih tinggi, dari pada wanita hamil dengan nilai hematology normal. Dikatakan anemia bila kadar Hb pada wanita hamil trimester I < 11 gr/dl, trimester II < 10,5 gr/dl dan trimester III < 10 gr/dl.
Kadar Hb ibu hamil terjadi jika produksi sel darah merah meningkat, nilai normal hemoglobin (12 sampai 16 gr/%) dan nilai normal hematokrit (37% sampai 47%) menurun secara menyolok. Penurunan lebih jelas terlihat selama trimester kedua, saat terjadi ekspansi volume darah yang cepat. Apabila nilai hematokrit turun sampai 35% atau lebih, wanita dalam keadaan anemia. Menurut klasifikasi WHO kadar Hb untuk ibu hamil ditetapkan menjadi tiga kategori yaitu Normal (> 11 gr/%), anemia ringan (8-11 gr/%) dan anemia berat (< 8 gr/% ). 1
Pembahasan
Metodologi Penelitian
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas serta faktor lain seperti taraf pendidikan, pekerjaan, pendapatan, asupan gizi, status gravida dan konsumsi tablet Fe pada ibu-ibu hamil.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1)      Diketahuinya hubungan antara kadar hemoglobin dengan lingkar lengan atas ibu hamil.
2)      Diketahuinya hubungan antara kadar hemoglobin dengan usia perkawinan ibu hamil.
3)      Diketahuinya hubungan antara kadar hemoglobin dengan pendapatan ibu hamil.
4)      Diketahuinya hubungan antara kadar hemoglobin dengan status gravida ibu hamil.
5)      Diketahuinya hubungan antara kadar hemoglobin dengan konsumsi tablet penambah darah (Fe) ibu hamil.

Rumusan Masalah
Mengetahui tingginya kasus anemia pada ibu hamil dan faktor resiko yang mempengaruhi.

Hipotesis
Hipotesis 0 : Tidak adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas pada ibu-ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan seperti usia perkawinan, pendapatan, status gravida dan konsumsi tablet Fe.
Kerangka Teori
       Hemoglobin
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Garby et al menyatakan bahwa penentuan status anemia yang hanya menggunakan kadar Hb ternyata kurang lengkap, sehingga perlu ditambah dengan pemeriksaan  yang lain. Hb merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/ 100 ml darah dapat  digunakan  sebagai  indeks  kapasitas  pembawa  oksigen  pada darah.3
Menurut Proverawati (2011) banyak gejala anemia selama kehamilan, meliputi : Merasa lelah atau lemah, kulit pucat progresif, denyut jantung cepat, sesak napas, dan terganggunya konsentrasi. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta peningkatan kualitas makanan sehari – hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat.

    Anemia
        Anemia  adalah  suatu  keadaan  di  mana  kadar  hemoglobin dalam darah di bawah normal. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti kekurangan zat besi, asam folat ataupun vitamin B12. Anemia yang paling sering terjadi terutama pada  ibu  hamil  adalah  anemia  karena  kekurangan  zat  besi  (Fe), sehingga  lebih  dikenal  dengan  istilah  Anemia  Gizi  Besi  (AGB). Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan.3
Anemia  pada  kehamilan  adalah  anemia  karena  kekurangan zat  besi,  jenis  anemia  yang  pengobatannya  relatif  mudah,  bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut  WHO kejadian  anemia  hamil berkisar  antara 20% sampai dengan 89% dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Hb 9-10 gr % disebut anemia ringan. Hb 7-8 gr % disebut anemia sedang. Hb <7 gr % disebut anemia berat. Menurut Depkes RI anemia adalah suatu keadaan dimana hemoglobin dalam darah kurang dari 11 gr %. Berdasarkan  beberapa  pendapat  diatas,  apa  yang  dimaksud  anemia dalam kehamilan  adalah suatu keadaan kekurangan  zat besi dengan kadar Hb kurang dari 11- gr %.3
Sindrom anemia terdiri dari rasa lemah, lesu, cepat lelah, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, kaki terasa dingin, sesak napas dan dispepsia. Pada pemeriksaan pasien tampak pucat, yang mudah dilihat pada konjungtiva, mukosa mulut, telapak tangan dan jaringan di bawah kuku. Sindrom anemia bersifat tidak spesifik karena dapat ditimbulkan oleh penyakit di luar anemia dan tidak sensitif karena timbul setelah penurunan hemoglobin yang berat (Hb < 7g/dl).
Pencegahan dan penanggulangan anemia antara lain (Wirahadikusumah, 1999) :
·      Meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan, seperti mengkonsumsi pangan hewani (daging, hati, ikan dan telur) mengkonsumsi pangan nabati (sayuran hijau, buah buahan, kacang-kacangan, padi-padian) buah-buahan yang segar dan sayuran yang merupakan sumber vitamin C yang diperlukan untuk penyerapan besi dalam tubuh. Hindari konsumsi bahan makanan yang mengandung zat inhibitor saat bersamaan dengan makan nasi seperti teh karena mengandung tanning yang akan mengurangi penyerapan zat besi.
·      Suplemen zat besi yang berfungsi dapat memperbaiki Hb dalam waktu singkat
·      Fortifikasi zat besi yaitu penambahan suatu zat gizi kedalam bahan pangan untuk meningkatkan kualitas pangan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar  Hemoglobin pada Ibu Hamil
1)      Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil (LILA)

Status gizi ibu yang diukur melalui LILA mencerminkan cadangan zat gizi dan kondisi status gizi ibu di masa pra hamil. melalui LILA mencerminkan cadangan zat gizi dan kondisi status gizi ibu di masa pra hamil. Supriyono dalam penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara status LILA dengan status anemia ibu hamil. Kekurangan gizi sebelum hamil akan berpengaruh terhadap status gizi ibu selama mengandung, yang membuat kebutuhan gizinya lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak kekurangan gizi,untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janinnya. LILA merupakan salah satu cara untuk mengetahui keadaan gizi Wanita Usia Subur (WUS) baik ibu hamil maupun calon ibu yang paling sederhana dengan cara melingkarkan pita lila di bagian lengan kanan ibu. Seseorang dikatakan menderita risiko  Kurang Energi Kronis (KEK) bilamana LILA (Lingkar Lengan Atas) <23,5 cm. Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan di mana seseorang mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun.4
2)         Pendidikan ibu hamil
Tingkat pendidikan ibu menurut Undang-undang  RI no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berdasarkan lama  pendidikan (sekolah)  ditempuh,  dihitung  dalam  satuan tahun dibagi menjadi 3 kategori yaitu katagori pendidikan rendah meliputi  ibu dengan pendidikan  setinggi-tingginya  tamat SLTP atau jumlah tahun sukses sekolah sampai dengan 9 tahun, pendidikan sedang yaitu ibu dengan jumlah tahun sukses sekolah sampai  dengan  12  tahun  atau  menamatkan  pendidikan  SLTA diberi  dan  pendidikan  tinggi  yaitu  ibu  dengan  tahun  sukses sekolah lebih dari 12 tahun atau perguruan tinggi.
Anemia  cenderung   terjadi  pada  kelompok   penduduk   dengan tingkat  pendidikan  rendah,  karena berbagai  sebab.  Pada kelompok   penduduk   berpendidikan   rendah   pada   umumnya kurang mempunyai akses informasi tentang anemia, gizi dan penanggulangannya, kurang memahami akibat anemia, kurang dapat  memilih  bahan  makanan  bergizi  khususnya  yang mengandung  zat besi tinggi,  serta kurang  dapat  memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia. Tetapi pada tingkat pendidikan yang relatif tinggi.4,                            
3)         Pekerjaan ibu hamil
            Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan dan mendapatkan upah. Pekerjaan seseorang akan menggambarkan aktivitas dan kesejahteraan ekonomi yang akan didapatkan. Pekerjaan yang menghasilkan pendapatan yang tinggi akan memberi peluang ibu hamil untuk membeli makanan yang lebih bergizi dan berkulitas. Kebanyakan ibu hamil dengan masalah anemia bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT). Oleh karena itu, hubungan antara kadar hemoglobin dengan pekerjaan ibu hamil berhubungan.4, 5  
4)         Pendapatan ibu hamil
Pendapatan pada ibu hamil dan keluarga dapat mempengaruhi kesehatan dan gizi yang baik. Keluarga dengan pendapatan terbatas besar kemungkinan kurang dapat memenuhi kebutuhan makanannya sejumlah yang diperlukan tubuh. Setidaknya keanekaragaman bahan makanan kurang bisa dijamin, karena dengan uang yang terbatas itu tidak akan banyak pilihan. Kurangnya kepenuhan kubutuhan makanan dapat menyebabkan  kekurangan gizi sekaligus mempengaruhi pada kadar Hb ibu hamil.4, 5
5)         Asupan gizi ibu hamil
Asupan Gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim, payudara, volume darah, plasenta, air ketuban, dan pertumbuhan janin. Makanan yang  dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan sisanya 60% digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori per sehari, 15% lebih banyak dari jumlah normalnya, yaitu sekitar 2800 sampai 3000 kalori dalam satu hari. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan 300 kalori setiap hari selama hamil. 6
 Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak. Sumber protein sebagai zat pembangun juga penting untuk pertumbuhan ibu dan bayi. Seperti halnya energi, kebutuhan protein ibu hamil lebih banyak dari kebutuhan wanita normal. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 80gram/hari. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil juga penting untuk kesempurnaan fungsi sepanjang kehamilan. Zat mineral seperti kalsium sebanyak 1,5 gram setiap hari, fosfor rata-rata 2 gram dalam sehari, zat besi 30-50 mgr sehari. Memperhatikan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa ibu hamil memerlukan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu, perlu diperhatikan susunan makanan “empat sehat” dan “lima sempurna” untuk memenuhi kebutuhan asupan  tambahan ibu hamil yang seimbang pada sekaligus pembentukan Hb yang optimal.6
6)         Status Gravida
Gravida adalah seorang ibu yang sedang hamil. Primigravida adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali. Multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemis.6
7)         Konsumsi tablet Fe
Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe atau zat besi. Pada kehamilan   relatif   terjadi   anemia   karena   darah   ibu   hamil mengalami  hemodilusi (pengenceran)  dengan  peningkatan volume  30% sampai  40% yang puncaknya  pada kehamilan  32 sampai 34 minggu. Bila hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11 gr% maka dengan terjadinya  hemodilusi  akan mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan Hb ibu akan menjadi 9,5  sampai 10 gr%. Tablet besi adalah tablet tambah darah untuk menanggulangi   anemia gizi  besi  yang  diberikan  kepada  ibu hamil. Oleh karena itu kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah sekaligus meningkatkan sel darah merah janin dan plasenta.6








Kerangka Konsep

Definisi Operasional
Data Umum
Responden adalah ibu hamil.
Ibu hamil adalah wanita yang sedang hamil. Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional hamil didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga bayi lahir, kehamilan normal akan berlangsung selama 12 minggu pada trimester pertama, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).
Kadar hemoglobin (Hb) digunakan sebagai indikator anemia. Penentuan kadar Hb adalah menggunakan alat pengukur Hb (EasyTouch GCHb). Menurut WHO, kadar Hb ibu hamil ditetapkan menjadi:2
·         Normal = > 11 g/dl
·         Anemia = < 11 g/dl.

      Skala data: Rasio
            Kode kadar hemoglobin:
Kadar Hemoglobin
Koding
Anemia
1
Normal
2



Lingkar lengan atas (Lila)  digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil. Ukuran lila dapat menggambarkan kelompok berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) dan yang tidak mengalami KEK pada ibu hamil. Lila diukur dengan pita pengukur (pita Lila), dalam ukuran sentimeter (cm).2
Pita pengukur diletakkan diantara bahu dan siku,kemudian kepada pertengahan antara bahu dan siku dilingkari dengan menggunakan pita pengukur. Pembacaan skala dilakukan dengan benar. Batas nilai ambang lingkar lengan atas adalah 23,5 cm.2 Ibu hamil dengan ukuran lingkar lengan kurang dari 23,5 cm dianggap Kurang Energi Kronis (KEK) atau tidak normal manakala ibu hamil dengan ukuran lingkar lengan atas lebih dari 23,5 cm dianggap tidak KEK atau normal.
            Skala data: Rasio
            Kode lingkar lengan atas (lila):
Lingkar Lengan Atas (Lila)
Koding
Kurang Energi Kronis (KEK)
1
Tidak KEK
2

Pendapatan adalah jumlah total penghasilan individu hasil dari bekerja selama satu bulan. Penghasilan didasarkan kepada Upah Minumum Regional (UMR) DKI Jakarta 2014 yaitu Rp 2.400 000 juta. Penghasilan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

·         Rendah: bila penghasilan bulanan kurang dari kadar UMR.
·         Sedang: bila penghasilan bulanan 1 – 2 kali UMR.
·         Tinggi: bila penghasilan bulanan lebih dari 2 kali UMR.
            Skala data: Ordinal
            Kode pendapatan:
Pendapatan
Koding
Rendah
1
Sedang
2
Tinggi
3

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai dari konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Dari peristiwa kehamilan dikenal dengan  istilah primigravida dan multigravida.
·         Primigravida adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali.
·         Multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali.
Skala data: Ordinal
Kode gravida:
Status Gravida
Koding
Primigravida
1
Multigravida
2

Konsumsi tablet Fe (tablet penambah darah) adalah konsumsi  tablet penambah darah  oleh ibu hamil untuk menanggulangi anemia gizi besi dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Konsumsi tablet Fe dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
·         Tidak pernah minum tablet penambah darah.
·         Minum kurang dari 30 tablet per bulan.
·         Minum 30 tablet per bulan.
Skala data: Ordinal
            Kode pendapatan:
Konsumsi tablet Fe (tablet penambah darah)
Koding
Tidak pernah minum tablet penambah darah
1
Minum kurang dari 30 tablet per bulan
2
Minum 30 tablet per bulan
3

Identifikasi Variabel
Dalam penelitian ini digunakan variable dependen (terikat) dan variable independen (bebas). Variable terikat berupa kadar hemoglobin ibu hamil. Variabel bebas berupa ukuran lingkar lengan atas, pekerjaan, pendapatan, status gravida, dan konsumsi tablet Fe.

Desain Penelitian
Penelitian analitik merupakan penelitian yang menekankan adanya hubungan antara satu variable dengan variable lainnya. Penelitian analitik terdiri dari : cross-sectional analytic, cohort, case-control.
Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang melakukan determinasi terhadap paparan (exposure) dan hasil (disease outcome) secara stimultan pada setiap subjek penelitian. Ini berarti exposure dan outcome dan effect dilihat pada waktu yang sama atau dikenal dengan snapshot of the population.
Penelitian cohort yaitu dimana peneliti menentukan satu kelompok yang terpapar factor resiko dan satu kelompok tidak terpapat, kemudian dilakukan follow up terhadap kedua kelompok tersebut untuk membandingkan insiden penyakitnya. Penelitian cohort termasuk penelitian dengan pendekatan yang diukur dari waktu ke waktu atau bersifat longitudinal.
Penelitian case control adalah penelitian yang banyak digunakan pada bidang epidemiologi untuk mengetahui penyebab penyakit dengan meninvestigasi hubungan antara factor risiko dengan kejadian penyakit. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan backward looking (retrospective) berdasarkan exposure histories of cases and control.1
Pada penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) dapat digunakan studi analitik case-control karena pada penelitian ini ingin diketahui penyebab dan faktor resiko seperti pekerjaan, pendapatan, status gravida, kurang konsumsi tablet Fe dari kejadian anemia pada saat ibu hamil.

Sumber data dan metode pengumpulan data
Berbagai jenis sumber data dan metode pengumpulan data, yaitu :
1.      Data primer
Data penelitian yang diperoleh sendiri melalui :
·         Wawancara, observasi, tes.
·         Kuesioner (daftar pertanyaan)
·         Pengukuran fisik
·         Percobaan laboratorium
2.      Data sekunder
Data yang diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi lembaga, yaitu :
·         Biro Pusat Statistik (BPS)
·         Rumah sakit
·         Lembaga atau institusi
Metode Pengumpulan Data
1.      Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden kemudian jawaban responden dicatat/direkam.
2.      Observasi
Metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang disaksikan selama penelitian lalu dicatat seobyektif mungkin.
3.      Wawancara
Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
4.      Dokumen
Pengambilan data melalui dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.7
Pada penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) dapat digunakan data primer dimana peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung kepada sampel dengan cara dikumpulkan menggunakan alat pengukur Hb untuk mengukur Hemoglobin, pita lila untuk mengukur lingkar lengan atas dan memakai bantuan kuesioner dan wawancara untuk menngetahui pendapatan keluarga, usia perkawinan dan jumlah anak, responden yang menjadi sampel adalah ibu hamil.

Jenis data
Data Kualitatif dibagi menjadi dua yaitu:
1.      Data Nominal
Data nominal adalah data yang paling rendah dalam level pengukuran data. Jika suatu pengukuran data hanya menghasilkan satu kategori. Sifat data ini adalah setara atau tidak menunjukkan tingkatan tertentu.
Contoh : data kelamin seseorang “laki-laki dan perempuan”, data ini termasuk nominal. Data nominal dalam praktek statistik biasanya dijadikan “angka” yaitu proses yang disebut kategori.
2.      Data Ordinal
Data ordinal adalah data yang menunjukkan pada tingkatan tertentu sehingga jenis data ini merupakan tingkatan urutan dari yang lebih tinggi menuju ke urutan yang lebih rendah dengan kata lain data hasil kategorisasi ini sifatnya tidak setara.8
Contoh : “pandai” diberi kategori 4, “sedang” diberi kategori 3, “kurang” diberi kategori 2, “sangat kurang” diberi kategori 1.

Data Kuantitatif (Quantitative Data) adalah data berupa angka dalam arti yang sebenarnya. Data Kuantitatif dibedakan menjadi dua:
1.      Data Interval
Data interval adalah data statistik yang mempunyai jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang diselidiki. Satuan ukurannya mempunyai skala yang sama antara kategori dapat diketahui selisihnya menggunakan titik 0 (nol) tidak mutlak. Data interval ini tergolong sebagai data kontinu yang merupakan data yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan data ordinal.8
Contoh: Suhu badan
2.      Data Rasio
Data rasio adalah data yang dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Data ini mempunyai nilai 0 (nol) absolute. Maksudnya angka 0 ini benar-benar tidak ada nilainya. Data rasio adalah data dengan tingkatan pengukuran paling tinggi diantara jenis data lainnya.8
Contoh : Jumlah anak, Kadar Hemoglobin

Populasi
Populasi rujukan adalah semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Sampelnya adalah ibu hamil yang anemia, dan ibu hamil yang tidak anemia sebagai kontrol. Subyek penelitian harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
·         Kriteria inklusi :
o    Ibu hamil yang anemia
o    Ibu yang memiliki anak dengan berat badan lahir rendah
o    Bersedia ikut serta dalam penelitian ini yang dibuktikan dengan menandatangani inform konsen
·         Kriteria eksklusi :
o    Ibu yang memiliki anak dengan berat badan lahir normal
o    Tidak bersedia ikut serta dalam penelitian ini
Sampel
Accidental sampling adalah mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian.
Pengolahan Data
Terhadap data-data yang telah dikumpulkan akan dilakukan pengolahan berupa proses editing, verifikasi, dan koding. Selanjutnya dimasukkan dan diolah dengan menggunakan program computer, yaitu program SPSS.
Analisis data
Terhadap data yang telah diolah kemudian dilakukan analisis sesuai dengan cara uji statistic menggunakan chi square.
Uji parametric atau non-parametrik
Uji Parametrik
Metode statistik parametrik terdiri dari Uji-Z (1 atau 2 sampel, Uji-T (1 atau 2 sampel), Korelasi  Pearson. Ciri-ciri statistik parametrik dimana data dengan skala interval dan rasio.
Keunggulan pada uji parametrik dimana suatu populasi yang dianggap sampel biasanya tidak diuji dan dianggap memenuhi syarat namun kelemahan pupolasi harus memiliki varian yang sama dan variabel yang diteliti harus dapat diukur setidaknya dalam skala interval.
Uji Non-Parametrik
Metode statistik uji non-parametrik terdiri dari Uji Fisher, Chi-square test dan umunya data yang digunakan data berskala nominal dan ordinal lalu jumlah sampel biasanya kecil.
Keunggulan pada uji non parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah dimengerti dibanding uji parametrik karena statistik non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit namun kelemahannya hasil pengujian hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak setajam statistik parametrik.7
Pada penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) dapat digunakan pengujian non parametrik dengan uji chi-square karena data yang diperoleh berskala kategorikal dan kategorikal.

Hasil Penelitian
Dari hasil analisis didapat ternyata di wilayah kerja Puskesmas ditemukan tingginya kasus ibu yang hamil dengan anemia. Keadaan ini menunjukkan terdapat faktor resiko yang mempengaruhi.

Hubungan antara kadar hemoglobin dengan lingkar lengan atas ibu hamil
Dilakukan uji analisis Chi Square antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas ibu hamil. Didapatkan nilai P bila lebih dari 0,05 dan bermakna hipotesis nol diterima. Hal ini menggambarkan tidak ada kaitan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan kadar hemoglobinnya. Namun bila nilai P kurang dari 0,05 dan tidak bermakna hipotesis nol ditolak. Hal ini menggambarkan ada kaitan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan kadar Hb.


Hubungan antara Jumlah Kehamilan dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil
Hasil Uji Chi Square mendapati nilai p > 0,05, bermakna hipotesis diterima. Tidak ada hubungan antara jumlah paritas dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Namun bila nilai p < 0,05, tidak bermakna dan hipotesis tidak diterima. Ada hubungan antara jumlah paritas dengan kadar hemoglobin ibu hamil.
Hubungan antara kadar hemoglobin dengan pendapatan ibu hamil
Dari uji analisis Chi Square bila didapatkan P > 0,05 maka bermakna hipotesis nol diterima. Hal ini bermakna tidak ada hubungan antara pendapatan ibu hamil dengan kadar hemoglobin ibu. Namun bila P < 0,05 maka hipotesis ditolak dan ada hubungan antara pendapatan ibu hamil dengan kadar hemoglobin.

Hubungan antara Konsumsi Tablet Fe dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil
Nilai p didapati kurang dari 0,05 dari hasil Uji Chi Square, bermakna hipotesis ditolak. Ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Bila nilai P > 0,05 maka hipotesis diterima. Tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi tablet Fe dengan kada Hemoglobin.

Kesimpulan
Kesimpulan berisi semua hasil penelitian yang dituliskan pada bab hasil penelitian. Dalam penulisan diperhatikan supaya masih bersifat spesifik lengkap dengan angka/persentase. Semua pointer yang ada dalam tujuan khusus harus ada dalam kesimpulan.

Saran
Bentuk saran harus konkrit, ditujukan kepada siapa dan “feasible” (mungkin diimplementasikan) sehingga isinya dimengerti pelaksananya serta dapat langsung diimplementasikan.
Contoh : saran saya ditujukan untuk kepala puskesmas, melakukan penyuluhan tentang program KIA, melatih bidan dan kader posyandu untuk pemeriksaan ANC, sekira-kiranya dalam waktu 6 bulan kegiatan bisa dilaksanakan.



Daftar Pustaka
1.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar