Hubungan Antara Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin
pada Ibu Hamil Serta Faktor yang Mempengaruhinya
Agung Ganjar Kurniawan
102010169
Kelompok
: C-9
Fakultas
Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan
Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Pendahuluan
Di
Indonesia, kasus anemia gizi sangat umum dan mudah dijumpai pada semua kelompok
umur baik laki-laki maupun perempuan. Ditinjau dari segi kesehatan masyarakat
anemia gizi terjadi karena kekurangan zat besi. Anemia zat besi ini banyak
diderita oleh wanita hamil, laki –laki dewasa, pekerja penghasilan rendah,
balita dan anak sekolah. Pada remaja putri, anemia gizi besi dapat mengurangi
kemampuan belajar, sehinggga dapat menurunkan prestasi di sekolah. Dalam
kondisi anemia, tubuh mudah terkena infeksi. Keadaan ini tentunya dapat
menghambat perkembangan kualitas sumber daya manusia.
Gangguan
medis yang paling umum ditemui pada masa hamil, mempengaruhi
sekurang – kurangnya 20% wanita hamil. Wanita hamil memiliki insiden komplikasi
puerperal yang lebih tinggi, dari pada wanita hamil dengan nilai hematology
normal. Dikatakan anemia bila kadar Hb
pada
wanita hamil trimester I < 11 gr/dl, trimester II < 10,5 gr/dl dan trimester III < 10 gr/dl.
Kadar
Hb ibu hamil terjadi jika produksi sel darah merah meningkat, nilai normal hemoglobin
(12 sampai 16 gr/%) dan nilai normal
hematokrit
(37% sampai 47%) menurun secara menyolok. Penurunan lebih jelas terlihat selama
trimester kedua, saat terjadi ekspansi volume darah
yang cepat. Apabila nilai hematokrit turun sampai 35% atau lebih, wanita dalam keadaan anemia.
Menurut klasifikasi WHO kadar Hb untuk ibu hamil ditetapkan menjadi tiga kategori yaitu Normal
(> 11 gr/%), anemia ringan (8-11 gr/%) dan anemia berat (< 8 gr/% ). 1
Pembahasan
Metodologi Penelitian
Tujuan
Penelitian
Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara kadar hemoglobin
dengan
ukuran lingkar lengan atas
serta faktor lain seperti
taraf pendidikan, pekerjaan, pendapatan, asupan gizi, status gravida dan
konsumsi tablet Fe pada ibu-ibu hamil.
Tujuan Khusus
Tujuan
khusus dari penelitian ini adalah:
1) Diketahuinya
hubungan antara kadar hemoglobin
dengan lingkar lengan atas ibu hamil.
2) Diketahuinya
hubungan antara kadar hemoglobin
dengan usia
perkawinan ibu hamil.
3) Diketahuinya
hubungan antara kadar hemoglobin
dengan pendapatan ibu hamil.
4) Diketahuinya
hubungan antara kadar hemoglobin
dengan status gravida ibu hamil.
5) Diketahuinya
hubungan antara kadar hemoglobin dengan konsumsi tablet penambah darah (Fe) ibu
hamil.
Rumusan Masalah
Mengetahui
tingginya kasus anemia pada ibu hamil dan faktor resiko yang mempengaruhi.
Hipotesis
Hipotesis
0 : Tidak adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas pada ibu-ibu hamil dan
faktor-faktor yang berhubungan seperti usia perkawinan, pendapatan, status gravida dan konsumsi tablet Fe.
Kerangka Teori
Hemoglobin
Hemoglobin
adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia.
Garby et al menyatakan bahwa penentuan status anemia yang hanya menggunakan
kadar Hb ternyata kurang lengkap, sehingga perlu ditambah dengan
pemeriksaan yang lain. Hb merupakan
senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara
kimia dan jumlah Hb/ 100 ml darah dapat
digunakan sebagai indeks
kapasitas pembawa oksigen
pada darah.3
Menurut
Proverawati (2011) banyak gejala anemia selama kehamilan, meliputi : Merasa
lelah atau lemah, kulit pucat progresif, denyut jantung cepat, sesak napas, dan terganggunya konsentrasi. Penanggulangan
anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta
peningkatan kualitas makanan sehari – hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya
mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat.
Anemia
Anemia adalah
suatu keadaan di mana kadar
hemoglobin dalam darah di bawah normal. Hal ini bisa disebabkan oleh
kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti kekurangan zat besi, asam
folat ataupun vitamin B12. Anemia yang paling sering terjadi terutama pada ibu
hamil adalah anemia
karena kekurangan zat
besi (Fe), sehingga lebih
dikenal dengan istilah
Anemia Gizi Besi
(AGB). Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling
sering terjadi selama kehamilan.3
Anemia pada
kehamilan adalah anemia
karena kekurangan zat besi,
jenis anemia yang
pengobatannya relatif mudah,
bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena
mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya
sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut WHO kejadian
anemia hamil berkisar antara 20% sampai dengan 89% dengan
menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Hb 9-10 gr % disebut anemia ringan. Hb
7-8 gr % disebut anemia sedang. Hb <7 gr % disebut anemia berat. Menurut
Depkes RI anemia adalah suatu keadaan dimana hemoglobin dalam darah kurang dari
11 gr %. Berdasarkan beberapa pendapat
diatas, apa yang
dimaksud anemia dalam
kehamilan adalah suatu keadaan
kekurangan zat besi dengan kadar Hb
kurang dari 11- gr %.3
Sindrom
anemia terdiri dari rasa lemah, lesu, cepat lelah, telinga mendenging, mata
berkunang-kunang, kaki terasa dingin, sesak napas dan dispepsia. Pada
pemeriksaan pasien tampak pucat, yang mudah dilihat pada konjungtiva, mukosa
mulut, telapak tangan dan jaringan di bawah kuku. Sindrom anemia bersifat tidak
spesifik karena dapat ditimbulkan oleh penyakit di luar anemia dan tidak
sensitif karena timbul setelah penurunan hemoglobin yang berat (Hb < 7g/dl).
Pencegahan dan penanggulangan anemia antara lain (Wirahadikusumah,
1999) :
· Meningkatkan
konsumsi zat besi dari makanan, seperti mengkonsumsi pangan hewani (daging,
hati, ikan dan telur) mengkonsumsi pangan nabati (sayuran hijau, buah buahan,
kacang-kacangan, padi-padian) buah-buahan yang segar dan sayuran yang merupakan
sumber vitamin C yang diperlukan untuk penyerapan besi dalam tubuh. Hindari
konsumsi bahan makanan yang mengandung zat inhibitor saat bersamaan dengan
makan nasi seperti teh karena mengandung tanning yang akan mengurangi
penyerapan zat besi.
· Suplemen
zat besi yang berfungsi dapat memperbaiki Hb dalam waktu singkat
· Fortifikasi
zat besi yaitu penambahan suatu zat gizi kedalam bahan pangan untuk
meningkatkan kualitas pangan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil
1) Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil (LILA)
Status
gizi ibu yang diukur melalui LILA mencerminkan cadangan zat gizi dan kondisi
status gizi ibu di masa pra hamil. melalui LILA mencerminkan cadangan zat gizi
dan kondisi status gizi ibu di masa pra hamil. Supriyono dalam
penelitian menyatakan bahwa tidak ada
hubungan yang bermakna antara status LILA dengan status anemia ibu
hamil.
Kekurangan gizi sebelum hamil akan berpengaruh terhadap status gizi ibu selama
mengandung, yang membuat kebutuhan gizinya lebih tinggi dibandingkan ibu yang
tidak kekurangan gizi,untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janinnya. LILA
merupakan salah satu cara untuk mengetahui keadaan gizi Wanita Usia Subur (WUS)
baik ibu hamil maupun calon ibu yang paling sederhana dengan cara melingkarkan
pita lila di bagian lengan kanan ibu. Seseorang dikatakan menderita risiko Kurang Energi Kronis (KEK) bilamana LILA
(Lingkar Lengan Atas) <23,5 cm.
Kekurangan
Energi Kronis (KEK) adalah keadaan di mana seseorang mengalami kekurangan gizi
(kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun.4
2)
Pendidikan ibu hamil
Tingkat
pendidikan ibu menurut Undang-undang RI
no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berdasarkan lama pendidikan (sekolah) ditempuh,
dihitung dalam satuan tahun dibagi menjadi 3 kategori yaitu
katagori pendidikan rendah meliputi ibu
dengan pendidikan
setinggi-tingginya tamat SLTP
atau jumlah tahun sukses sekolah sampai dengan 9 tahun, pendidikan sedang yaitu
ibu dengan jumlah tahun sukses sekolah sampai
dengan 12 tahun
atau menamatkan pendidikan
SLTA diberi dan pendidikan
tinggi yaitu ibu
dengan tahun sukses sekolah lebih dari 12 tahun atau
perguruan tinggi.
Anemia cenderung
terjadi pada kelompok
penduduk dengan tingkat pendidikan
rendah, karena berbagai sebab.
Pada kelompok penduduk berpendidikan rendah
pada umumnya kurang mempunyai
akses informasi tentang anemia, gizi dan penanggulangannya, kurang memahami
akibat anemia, kurang dapat memilih bahan
makanan bergizi khususnya
yang mengandung zat besi
tinggi, serta kurang dapat
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia. Tetapi pada tingkat
pendidikan yang relatif tinggi.4,
3) Pekerjaan
ibu hamil
Pekerjaan adalah kegiatan yang
dilakukan dan mendapatkan upah. Pekerjaan seseorang akan menggambarkan
aktivitas dan kesejahteraan ekonomi yang akan didapatkan. Pekerjaan yang
menghasilkan pendapatan yang tinggi akan memberi peluang ibu hamil untuk membeli
makanan yang lebih bergizi dan berkulitas. Kebanyakan ibu hamil
dengan masalah anemia bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT). Oleh karena itu,
hubungan antara kadar hemoglobin dengan pekerjaan ibu hamil berhubungan.4, 5
4) Pendapatan
ibu hamil
Pendapatan pada ibu hamil dan keluarga
dapat mempengaruhi kesehatan dan gizi yang baik. Keluarga dengan pendapatan
terbatas besar kemungkinan kurang dapat memenuhi kebutuhan makanannya sejumlah
yang diperlukan tubuh. Setidaknya keanekaragaman bahan makanan kurang bisa
dijamin, karena dengan uang yang terbatas itu tidak akan banyak pilihan.
Kurangnya kepenuhan kubutuhan makanan dapat menyebabkan kekurangan gizi sekaligus mempengaruhi pada
kadar Hb ibu hamil.4,
5
5)
Asupan gizi ibu hamil
Asupan Gizi sangat menentukan kesehatan
ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan
meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan
gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim, payudara, volume darah, plasenta,
air ketuban, dan pertumbuhan janin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan
untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan sisanya 60% digunakan untuk pertumbuhan
ibunya. Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori per sehari,
15% lebih banyak dari jumlah normalnya, yaitu sekitar 2800 sampai 3000 kalori
dalam satu hari. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan
kira-kira 80.000 kalori selama kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu
tambahan 300 kalori setiap hari selama hamil. 6
Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat
dan lemak. Sumber protein sebagai zat pembangun juga penting untuk pertumbuhan
ibu dan bayi. Seperti halnya energi, kebutuhan protein ibu hamil lebih banyak
dari kebutuhan wanita normal. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar
80gram/hari. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil juga penting untuk
kesempurnaan fungsi sepanjang kehamilan. Zat mineral seperti kalsium sebanyak
1,5 gram setiap hari, fosfor rata-rata 2 gram dalam sehari, zat besi 30-50 mgr
sehari. Memperhatikan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa ibu hamil memerlukan
makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu, perlu
diperhatikan susunan makanan “empat sehat” dan “lima sempurna” untuk memenuhi
kebutuhan asupan tambahan ibu hamil yang
seimbang pada sekaligus pembentukan Hb yang optimal.6
6) Status
Gravida
Gravida adalah
seorang ibu yang sedang hamil. Primigravida adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali.
Multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali. Makin sering seorang wanita
mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan
menjadi makin anemis.6
7) Konsumsi tablet Fe
Kenaikan volume darah selama kehamilan akan
meningkatkan kebutuhan Fe atau
zat besi. Pada kehamilan relatif terjadi anemia karena darah ibu
hamil mengalami hemodilusi
(pengenceran) dengan peningkatan volume
30% sampai 40% yang puncaknya
pada kehamilan
32 sampai 34 minggu. Bila
hemoglobin ibu
sebelum
hamil sekitar 11 gr% maka dengan terjadinya hemodilusi
akan mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan Hb ibu akan menjadi 9,5 sampai 10 gr%. Tablet besi adalah tablet tambah darah untuk menanggulangi
anemia gizi besi
yang
diberikan
kepada ibu hamil. Oleh karena itu kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah sekaligus meningkatkan sel darah merah janin dan
plasenta.6
Kerangka Konsep
Definisi
Operasional
Data Umum
Responden
adalah ibu hamil.
Ibu
hamil adalah wanita yang sedang hamil. Menurut Federasi
Obstetri Ginekologi Internasional hamil didefinisikan sebagai fertilisasi atau
penyatuan spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau
implantasi.Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga bayi lahir, kehamilan
normal akan berlangsung selama 12 minggu pada trimester pertama, trimester
kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu
(minggu ke-28 hingga ke-40).
Kadar hemoglobin (Hb)
digunakan sebagai indikator anemia. Penentuan kadar Hb adalah menggunakan alat
pengukur Hb (EasyTouch GCHb). Menurut WHO, kadar Hb ibu hamil ditetapkan
menjadi:2
·
Normal = > 11 g/dl
·
Anemia = < 11 g/dl.
Skala data: Rasio
Kode kadar hemoglobin:
Kadar
Hemoglobin
|
Koding
|
Anemia
|
1
|
Normal
|
2
|
Lingkar lengan atas (Lila) digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil. Ukuran lila dapat menggambarkan kelompok
berisiko Kurang Energi Kronis (KEK) dan yang tidak mengalami KEK pada ibu
hamil. Lila diukur dengan pita pengukur (pita Lila), dalam ukuran sentimeter
(cm).2
Pita
pengukur diletakkan diantara bahu dan siku,kemudian kepada pertengahan antara
bahu dan siku dilingkari dengan menggunakan pita pengukur. Pembacaan skala
dilakukan dengan benar. Batas nilai ambang lingkar lengan atas adalah 23,5 cm.2 Ibu hamil dengan ukuran
lingkar lengan kurang dari 23,5 cm dianggap Kurang Energi Kronis (KEK) atau
tidak normal manakala ibu hamil dengan ukuran lingkar lengan atas lebih dari
23,5 cm dianggap tidak
KEK atau normal.
Skala data: Rasio
Kode lingkar lengan atas (lila):
Lingkar
Lengan Atas (Lila)
|
Koding
|
Kurang Energi Kronis (KEK)
|
1
|
Tidak KEK
|
2
|
Pendapatan adalah
jumlah total penghasilan individu hasil dari bekerja selama satu bulan.
Penghasilan didasarkan kepada Upah Minumum Regional (UMR) DKI Jakarta 2014
yaitu Rp 2.400 000 juta. Penghasilan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
·
Rendah: bila penghasilan bulanan kurang
dari kadar UMR.
·
Sedang: bila penghasilan bulanan 1 – 2
kali UMR.
·
Tinggi: bila penghasilan bulanan lebih
dari 2 kali UMR.
Skala data: Ordinal
Kode pendapatan:
Pendapatan
|
Koding
|
Rendah
|
1
|
Sedang
|
2
|
Tinggi
|
3
|
Kehamilan adalah
pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai dari konsepsi dan berakhir
sampai permulaan persalinan. Dari peristiwa kehamilan dikenal dengan istilah
primigravida dan multigravida.
·
Primigravida
adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali.
·
Multigravida
adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali.
Skala
data: Ordinal
Kode
gravida:
Status
Gravida
|
Koding
|
Primigravida
|
1
|
Multigravida
|
2
|
Konsumsi tablet Fe (tablet penambah
darah) adalah konsumsi
tablet penambah darah oleh ibu
hamil untuk menanggulangi
anemia gizi
besi dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan
plasenta. Konsumsi tablet Fe
dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
·
Tidak pernah minum tablet penambah darah.
·
Minum kurang dari 30 tablet per bulan.
·
Minum 30 tablet per bulan.
Skala
data: Ordinal
Kode pendapatan:
Konsumsi
tablet Fe (tablet penambah darah)
|
Koding
|
Tidak
pernah minum tablet penambah darah
|
1
|
Minum
kurang dari 30 tablet per bulan
|
2
|
Minum
30 tablet per bulan
|
3
|
Identifikasi
Variabel
Dalam
penelitian ini digunakan variable dependen (terikat) dan variable independen
(bebas). Variable terikat berupa kadar hemoglobin ibu hamil. Variabel bebas
berupa ukuran lingkar lengan atas, pekerjaan, pendapatan, status gravida, dan konsumsi tablet Fe.
Desain
Penelitian
Penelitian
analitik merupakan penelitian yang menekankan adanya hubungan antara satu variable
dengan variable lainnya. Penelitian analitik terdiri dari : cross-sectional analytic, cohort,
case-control.
Penelitian
cross-sectional adalah penelitian
yang melakukan determinasi terhadap paparan (exposure) dan hasil (disease
outcome) secara stimultan pada setiap subjek penelitian. Ini berarti exposure
dan outcome dan effect dilihat pada waktu yang sama atau dikenal dengan snapshot of the population.
Penelitian
cohort yaitu dimana peneliti menentukan satu kelompok yang terpapar factor
resiko dan satu kelompok tidak terpapat, kemudian dilakukan follow up terhadap kedua kelompok
tersebut untuk membandingkan insiden penyakitnya. Penelitian cohort termasuk
penelitian dengan pendekatan yang diukur dari waktu ke waktu atau bersifat
longitudinal.
Penelitian
case control adalah penelitian yang banyak digunakan pada bidang epidemiologi
untuk mengetahui penyebab penyakit dengan meninvestigasi hubungan antara factor
risiko dengan kejadian penyakit. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan backward looking (retrospective) berdasarkan
exposure histories of cases and control.1
Pada penelitian
untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan
atas (LILA) dapat digunakan studi analitik case-control karena pada penelitian ini ingin diketahui penyebab
dan faktor resiko seperti pekerjaan, pendapatan, status gravida, kurang
konsumsi tablet Fe dari kejadian anemia pada saat ibu hamil.
Sumber data dan metode
pengumpulan data
Berbagai
jenis sumber
data dan metode pengumpulan data, yaitu :
1. Data primer
Data penelitian yang diperoleh sendiri melalui :
·
Wawancara, observasi, tes.
·
Kuesioner (daftar pertanyaan)
·
Pengukuran fisik
·
Percobaan laboratorium
2. Data sekunder
Data yang diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi
lembaga, yaitu :
·
Biro Pusat Statistik (BPS)
·
Rumah sakit
·
Lembaga atau institusi
Metode
Pengumpulan Data
1.
Kuesioner
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden kemudian
jawaban responden dicatat/direkam.
2.
Observasi
Metode
pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang disaksikan
selama penelitian lalu dicatat seobyektif mungkin.
3.
Wawancara
Pengambilan
data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik
melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden
direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
4.
Dokumen
Pengambilan
data melalui dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen
diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.7
Pada
penelitian untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran
lingkar lengan atas (LILA) dapat digunakan data
primer dimana peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung kepada sampel
dengan cara dikumpulkan menggunakan alat pengukur Hb untuk mengukur Hemoglobin,
pita lila untuk mengukur lingkar lengan atas dan memakai bantuan kuesioner dan
wawancara untuk menngetahui pendapatan keluarga, usia perkawinan dan jumlah
anak, responden yang menjadi sampel adalah ibu hamil.
Jenis data
Data Kualitatif dibagi menjadi dua yaitu:
1.
Data
Nominal
Data nominal adalah data yang paling
rendah dalam level pengukuran data. Jika suatu pengukuran data hanya
menghasilkan satu kategori. Sifat data ini adalah setara atau tidak menunjukkan
tingkatan tertentu.
Contoh : data kelamin seseorang
“laki-laki dan perempuan”, data ini termasuk nominal. Data nominal dalam
praktek statistik biasanya dijadikan “angka” yaitu proses yang disebut
kategori.
2.
Data
Ordinal
Data
ordinal adalah data yang menunjukkan pada tingkatan tertentu sehingga jenis
data ini merupakan tingkatan urutan dari yang lebih tinggi menuju ke urutan
yang lebih rendah dengan kata lain data hasil kategorisasi ini sifatnya tidak
setara.8
Contoh : “pandai” diberi kategori 4, “sedang” diberi
kategori 3, “kurang” diberi kategori 2, “sangat kurang” diberi kategori 1.
Data Kuantitatif (Quantitative Data) adalah data berupa
angka dalam arti yang sebenarnya. Data Kuantitatif dibedakan menjadi dua:
1.
Data
Interval
Data interval adalah data statistik
yang mempunyai jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang diselidiki. Satuan
ukurannya mempunyai skala yang sama antara kategori dapat diketahui selisihnya
menggunakan titik 0 (nol) tidak mutlak. Data interval ini tergolong sebagai
data kontinu yang merupakan data yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan
dengan data ordinal.8
Contoh: Suhu badan
2. Data Rasio
Data rasio adalah data yang dapat
dilakukan perhitungan aritmatika. Data ini mempunyai nilai 0 (nol) absolute.
Maksudnya angka 0 ini benar-benar tidak ada nilainya. Data rasio adalah data
dengan tingkatan pengukuran paling tinggi diantara jenis data lainnya.8
Contoh : Jumlah anak, Kadar Hemoglobin
Populasi
Populasi rujukan adalah semua ibu hamil yang ada di
wilayah kerja Puskesmas. Sampelnya adalah ibu hamil yang anemia, dan ibu hamil
yang tidak anemia sebagai kontrol. Subyek penelitian harus memenuhi
kriteria-kriteria sebagai berikut:
·
Kriteria inklusi :
o
Ibu hamil yang anemia
o
Ibu yang memiliki anak dengan berat
badan lahir rendah
o
Bersedia ikut serta dalam penelitian ini
yang dibuktikan dengan menandatangani inform konsen
·
Kriteria eksklusi :
o
Ibu yang memiliki anak dengan berat
badan lahir normal
o
Tidak bersedia ikut serta dalam
penelitian ini
Sampel
Accidental sampling adalah mengambil kasus atau responden
yang kebetulan ada atau tersedia suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian.
Pengolahan Data
Terhadap
data-data yang telah dikumpulkan akan dilakukan pengolahan berupa proses
editing, verifikasi, dan koding. Selanjutnya dimasukkan dan diolah dengan
menggunakan program computer, yaitu program SPSS.
Analisis data
Terhadap
data yang telah diolah kemudian dilakukan analisis sesuai dengan cara uji
statistic menggunakan chi square.
Uji parametric atau non-parametrik
Uji Parametrik
Metode statistik parametrik terdiri dari Uji-Z (1 atau 2 sampel, Uji-T
(1 atau 2 sampel), Korelasi Pearson.
Ciri-ciri statistik parametrik dimana data dengan skala interval dan rasio.
Keunggulan pada uji parametrik dimana suatu populasi yang dianggap
sampel biasanya tidak diuji dan dianggap memenuhi syarat namun kelemahan
pupolasi harus memiliki varian yang sama dan variabel yang diteliti harus dapat
diukur setidaknya dalam skala interval.
Uji Non-Parametrik
Metode statistik uji non-parametrik terdiri dari Uji Fisher, Chi-square
test dan umunya data yang digunakan data berskala nominal dan ordinal lalu
jumlah sampel biasanya kecil.
Keunggulan pada uji non parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih
mudah dimengerti dibanding uji parametrik karena statistik non-parametrik tidak
membutuhkan perhitungan matematik yang rumit namun kelemahannya hasil pengujian
hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak setajam statistik parametrik.7
Pada penelitian untuk
mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan ukuran lingkar lengan atas
(LILA) dapat digunakan
pengujian non parametrik dengan uji chi-square karena data yang diperoleh
berskala kategorikal dan kategorikal.
Hasil
Penelitian
Dari
hasil analisis didapat ternyata di wilayah kerja Puskesmas ditemukan tingginya
kasus ibu yang hamil dengan anemia. Keadaan ini menunjukkan terdapat faktor resiko
yang mempengaruhi.
Hubungan antara kadar
hemoglobin dengan lingkar lengan atas ibu hamil
Dilakukan uji analisis Chi Square antara kadar hemoglobin
dengan ukuran lingkar lengan atas ibu hamil. Didapatkan nilai P bila lebih dari 0,05 dan bermakna hipotesis nol
diterima. Hal ini menggambarkan tidak ada kaitan antara ukuran lingkar lengan
atas ibu hamil dengan kadar hemoglobinnya. Namun
bila nilai P kurang dari 0,05 dan tidak bermakna hipotesis nol ditolak. Hal ini
menggambarkan ada kaitan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dengan
kadar Hb.
Hubungan antara Jumlah
Kehamilan
dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil
Hasil Uji Chi Square mendapati nilai p >
0,05, bermakna hipotesis diterima. Tidak ada hubungan antara jumlah paritas
dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Namun bila nilai p < 0,05, tidak bermakna
dan hipotesis tidak diterima. Ada hubungan antara jumlah paritas dengan kadar
hemoglobin ibu hamil.
Hubungan antara kadar
hemoglobin dengan pendapatan ibu hamil
Dari uji
analisis Chi Square bila didapatkan P > 0,05 maka bermakna hipotesis nol
diterima. Hal ini bermakna tidak ada hubungan antara pendapatan ibu hamil
dengan kadar hemoglobin ibu. Namun bila P < 0,05 maka hipotesis ditolak dan
ada hubungan antara pendapatan ibu hamil dengan kadar hemoglobin.
Hubungan antara Konsumsi Tablet Fe dengan Kadar
Hemoglobin
Ibu Hamil
Nilai p didapati kurang dari 0,05 dari hasil
Uji Chi Square, bermakna
hipotesis ditolak. Ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kadar
hemoglobin ibu hamil. Bila nilai P > 0,05 maka hipotesis diterima. Tidak ada
hubungan bermakna antara konsumsi tablet Fe dengan kada Hemoglobin.
Kesimpulan
Kesimpulan
berisi semua hasil penelitian yang dituliskan pada bab hasil penelitian. Dalam
penulisan diperhatikan supaya masih bersifat spesifik lengkap dengan
angka/persentase. Semua pointer yang ada dalam tujuan khusus harus ada dalam
kesimpulan.
Saran
Bentuk saran harus konkrit, ditujukan kepada siapa
dan “feasible” (mungkin diimplementasikan) sehingga isinya dimengerti
pelaksananya serta dapat langsung diimplementasikan.
Contoh : saran saya ditujukan untuk kepala
puskesmas, melakukan penyuluhan tentang program KIA, melatih bidan dan kader
posyandu untuk pemeriksaan ANC, sekira-kiranya dalam waktu 6 bulan kegiatan
bisa dilaksanakan.
Daftar Pustaka
1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar